21 Februari Pertina Sulsel Seleksi Petinju Terbaik

0
173

 

Makassar, Pedomanku.com:

Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara, tinggal setahun lagi. Namun, Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir (Pengprov Pertina) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mempersiapkan petinju berkualitas agar merebut prestasi bergengsi di pentas olahraga nasional empat tahunan itu

Karena itu, Pertina Sulsel akan mencari 20 petinju terbaik yang akan berlaga  di 20 kelas melalui seleksi ketat. Seleksi dipusatkan di Sasana Hasanuddin, Makodam XIV Hasanuddin, 21-25 Februari 2023.

Kali ini Pengprov Pertina Sulsel tidak melakukan seleksi terbuka atau open seleksi. Petinju yang akan mengikuti seleksi diundang. Totalnya ada 79 petinju, masing masing 55 putra, dan 24 putri. Mereka berasal dari seluruh kabupaten dan kota se Sulsel.

Ke 20 kelas yang dipertandingkan masing-masing 11 kelas putra dan sembilan kelas putri. Untuk putra masing masing kelas 48-51 Kg, 51-54 Kg, 54-57 Kg, 57-60 Kg, 60-63,5 Kg, 63,5-67 Kg, 67-71 Kg, 71-75 Kg, 75-80 Kg, 80-86 Kg dan 86-92 Kg.

Sementara untuk kategori putri masing masing kelas 46-50Kg, 50-52 Kg, 52-54 Kg, 54-47 Kg, 57-60Kg, 60-63 Kg, 63-66 Kg, 66-70 Kg dan 70-75 Kg.

Sekertaris Umum (Sekum) Pengprov Pertina Sulsel, Sri Syahril menjelaskan, seleksi atlet ini sebagai persiapan untuk membentuk tim tinju Sulsel yang akan tampil di babak kualifikasi PON. Cabang olahraga tinju akan menggelar dua kali babak kualifikasi. Masing-masing Seri Pertama berlangsung di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) 2023. Sementara untuk seri kedua direncanakan di Solo, Jawa Tengah.

“Karena ini sifatnya undangan, maka atlet yang dipanggil mengacu pada hasil final Porprov XVII Sulsel di Kabupaten Sinjai Oktober 2022 lalu. Pertina Sulsel juga memberi kesempatan petinju yang gagal di babak penyisihan namun dinilai berkualitas di kelasnya,” jelas Sri, Senin, 30 Januari 2023.

Selain itu, Pertina Sulsel juga memanggil sejumlah petinju potensial yang tidak mengikuti Porprov XVII Sinjai. ”Banyak petinju di Sulsel karena dibatasi maksimal 23 tahun, sehingga tidak bisa ikut Porprov. Mereka ini kita panggil ikut seleksi,” tambah Sri.

Sri mengakui ada atlet yang berstatus juara di Porprov. Tetapi terbukti mengikuti Porprov di provinsi lain. Mereka dipastikan tidak diundang mengikuti seleksi.

”Kami akan melakukan seleksi yang sangat ketat untuk memilih 40 petinju yang akan mengisi 20 kelas dari dua tim yang akan kami bentuk. Masing-masing kelas diisi dua orang. Untuk menentukan tim definitif, seluruh atlet akan bersaing dengan sistem promosi degradasi selama menjalani training center (TC). Dengan sistem ini, lanjut Vilipus diharap ada persaingan sehingga atlet lebih serius mengikuti program latihan,” timpal Mayor CPL Vilipus, Ketua Komisi Teknik, Kepelatihan dan Pertandingan yang juga diamanahkan menjadi Ketua Tim Seleksi pembentukan tim tinju Sulsel.

Sementara itu Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Harpen Reza Ali menjelaskan surat undangan seleksi sudah dikirim ke masing-masing pengurus Pertina se Sulsel untuk mengirimkan atlet yang masuk dalam daftar seleksi. “Persiapan untuk seleksi atlet ini sudah dilakukan. Termasuk membentuk tim seleksi dan penunjukan wasit hakim yang akan bertugas,” sebut Harpen Reza Ali.

Putra mantan Ketua Pengurus Pusat Pertina, Reza Ali ini berharap pada seleksi persiapan Pra PON ini bisa terbentuk tim terbaik. Untuk itu ia meminta setiap atlet yang dipanggil ikut seleksi bisa menunjukan kemampuan terbaiknya.

“Seleksi ini langkah awal kita menghadapi PON 2024. Kita percaya tim seleksi bisa menentukan petinju yang dianggap mampu bersaing di babak kualifikasi,” tegas Harpen.(SS)

 

 

Artikulli paraprakGuru Mengaji Kampung di Pulau Lakkang dapat Bantuan BAZNAS Kota Makassar
Artikulli tjetërBupati Untung Tamsil Resmi Gedung TPK
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini