30 Peserta PKA PPSDM Kemendagri Visitasi di Kantor BI Sulsel

0
130

Makassar, pedomanku.com:

Sebanyak 30 orang peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V di PPSDM Kemendagri Regional Makassar melakukan visitasi di Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kegiatan visitasi ke-30 peserta PKA Angkatan V ini dipimpin langsung Kepala PPSDM Kemendagri Regional Makassar, Sugiarto didampingi Ketua Penyelenggara, Hamzah.
Rombongan peserta PKA yang melakukan visitasi di Kantor BI Perwakilan Sulsel ini diterima Kepala Perwakilan BI Sulsel, Causa Iman Karana di Baruga Pinisi Kantor BI Perwakilan Sulsel, Rabu (20/9/2023).


Kepala PPSDM Kemendagri Regional Makassar, Sugiarto mengungkapkan, kegiatan visitasi ini untuk meningkatkan pengetahuan peserta terkait visibilitas UMKM.
“Peserta PKA perlu memahami permasalahan terkait investasi dan UMKM di daerahnya masing-masing,” ujar Sugiarto.
Ditambahkan, peserta PKA Angkatan V di PPSDM Kemendagri Regional Makassar ini dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain, Kabupaten Raja Ampat, Fakfak, Kaimana, Bima, Halmahera Barat, Kolaka Timur, Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto, Polda Sulbar dan Pemprov Sulbar.
Sementara Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, Causa Iman Karana mengutarakan strategi Bank Indonesia dalam mengembangkan UMKM di Sulsel.
Causa menyebut, Bank Indonesia secara umum memiliki 46 kantor perwakilan dalam negeri dan 5 kantor perwakilan luar negeri serta memiliki koordinator wilayah.
Salah satunya adalah Sulawesi Selatan yang membawahi 10 propinsi di kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Kantor BI Perwakilan Sulsel terbagi menjadi 2 grup, yakni grup perumusan dan implementasi Kekda dan grup sistem pembayaran, pengelolaan uang rupiah dan manajemen intern.


Visitasi peserta PKA ini juga diwarnai kegiatan diskusi dengan menampilkan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, Causa Iman Karana dan pelaku UMKM di Makassar binaan BI Perwakilan Sulsel.
Diantaranya Owner Jenk Ranaa, Rana Sukma Taris dengan produk usahanya berupa bumbu instan untuk coto Makassar, Konro dan Sop Saudara.
Pelaku UMKM binaan BI Sulsel lainnya adalah Sri Wahyuni yang juga Owner dari usaha Makjudes berupa abon tuna, sambal teri, sambal cakalang dan rumput laut.
Peserta PKA ini juga diberi kesempatan melihat langsung produk UKMK binaan BI Sulsel yang dipamerkan di Baruga Pinisi Kantor BI Perwakilan Sulsel. (darwis kusi)

Artikulli paraprak“Adat Mappacci” Pemenang I Kompetisi Film Pendek Islami Kemenag Sulsel
Artikulli tjetërGenjot Elektabilitas PSI, M.Surya Temui 60 Koordinator Desa di Bajeng
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini