Abdul Waris Bestari Pastikan Penyaluran Beras CPP Tepat Sasaran

0
171

Mamuju, Pedomanku.com: 

Pemerintah menggulirkan bantuan beras dalam pemenuhan pangan. Peluncuran penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) itu bertujuan menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mengendalikan inflasi.

Secara nasional, semua yang diberi bantuan pangan sebanyak 21,3 juta keluarga penerima manfaat.  Bantuan beras ini, merupakan salah satu program bantalan sosial yang digulirkan pemerintah sesuai arahan Presiden. Pelaksanaan penyaluran bantuan pangan ini sudah dimulai akhir Maret 2023, dan terus berlangsung hingga saat ini. Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pun tak luput dari program tersebut.

Untuk memastikan bantuan CPP tepat sasaran, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulbar, Abdul Waris Bestari memantau secara langsung penyaluran hingga sampai ke tangan penerima. Pada Senin, 22 Mei, penyaluran CPP berlangsung di tiga kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar, yakni Wonomulyo, Mapilli dan Campalagian.

“Khusus penyaluran beras CPP tahap kedua ini  di Kabupaten Polewali Mandar. Dipusatkan di gudang Bulog Campur,” tutur Abdul Waris Bestari.

Menurutnya, untuk penyaluran bantuan beras tahap pertama beberapa waktu lalu, telah tersalur 100%. Dan untuk tahap kedua ini ia tetap monitor. Tugas monitor ini sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional.

“Tentunya, pantauan, sekaligus monitor  yang kami lakukan ini tidak terlepas dari arahan bapak Kepala Badan Pangan Nasional, dan Bapak Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan. Tujuannya, agar  penyaluran bantuan beras tahap kedua ini tepat sasaran,”  tambah mantan Kepala Dinas Perkebunan Sulbar ini, seraya menambahkan, para penerima bantuan mengungkapkan terima kasih.

Waris—sapaan akrab mantan aktivis mahasiswa di masanya itu mengakui,  khusus di Sulbar, jumlah penerima bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah sebanyak 5200 orang KPM. “Bantuan ini akan terus kita pantau pendistribusiannya, dan dipastikan agar tepat sasaran disalurkan kepada masyarakat ‘by name by address’,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Polman Farid Nur menyebutkan untuk tahap dua ini sampai penyaluran tahap ketiga nantinya penyediaan beras di gudang masih tersedia.

Seperti diketahui,  bantuan pangan beras dari pemerintah pusat otomatis beras di masyarakat miskin sudah terpenuhi, sehingga supply and demand (penawaran dan permintaan) berkurang. (din pattisahusiwa-rls)

Artikulli paraprakRektor UT Minta Alumni Berikan Kontribusi Nyata di Masyarakat
Artikulli tjetërGubernur Sulsel Lepas CJH Kloter 1 Embarkasi Makassar
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini