Ahmad Taslim : Zakat Digital Besar Manfaatnya

0
212
Ahmad Taslim di tengah tengah peserta

 

Makassar, Pedomanku.com:

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, menggelar sosialisasi, dan pembekalan bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid. Ahmad Taslim Matammeng tampil sebagai pemateri pertama.

Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan lembaga pemerintah nonstruktural berlamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5, Kecamatan Rapoccini ini membahas manfaat zakat digital. Sosialisais berlangsung di Hotel D’Maleo, selama tiga hari,dimulai Kamis, 23 Pebruari pagi ini.

Di hadapan 100 peserta, Ahamd Taslim Matammeng menguraikan seputar manfaat zakat digital. Pasalnya, BAZNAS selaku pengelola zakat, melakukan terobosan baru dalam program zakat dengan memanfaatkan teknologi digital. Misalnya, pembayaran zakat dilakukan secara online.  Tujuannya, memainkan  peran penting, implementasi dan pengaruhnya terhadap peningkatan penerimaan zakat.

Menurutnya, secara fleksibel, zakat digital ini selain digunakan untuk semua jenis penggalangan dana, juga mampu menjangkau muzakki secara personal, sesuai dengan pengalaman muzakki, atau kesiapan membayar ZIS. Memaksimalkan tingkat pembayaran, karena digital fundraising, mampu menyebarluaskan promosi ke target muzakki secara spesifik.

“Selain itu, zakat digital juga lebih mempermudah dan mengukur keberhasilan strategi, karena tools digital marketing menyediakan metrik performa iklan,” ujarnya, seraya menambahkan, melalui teknologi digital ini pula, nantinya, bisa dibuat barkot BAZNAS. Misalnya, barkot peduli zakat.

Menjawab pertanyaan peserta soal zakat profesi, Ahmad Taslim tidak begitu mengurai secara detil menyangkut fikih, hanya saja dia menyentuh sedikit. Yang jelas, katanya, sejak zaman nabi memang tidak ada zakat profesi, tetapi dikiaskan dengan zakat pertanian, sekali panen.

“Yang jelas, selama kita belum melihat zakat sebagai rahmat,  maka  selama itu banyak saja alasan tidak berzakat. Tetapi, kalau sudah berubah betul, maka tidak ada pertanyaan seputar zakat lagi. Sebab, zakat itu sangat menguntungkan, bukan sebaliknya, merugikan. Dengan demikian, seseorang tidak saja membatasi dirinya dengan zakat , melainkan membayar infak, dan sedekah lainnya. (din pattisahusiwa)

Artikulli paraprakGANAS ANNAS-LP Perempuan Bolangi Teken MoU
Artikulli tjetërKorban banjir dapat Bantuan dari Yayasan Kemanusiaan ROMBSIS Sulsel
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini