Anak Ex Napiter Terima Bantuan Pendidikan BAZNAS Makassar

0
91

Makassar, Pedomanku.com: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyerahkan bantuan pendidikan bagi 50 anak ex Nara Pidana Teroris (Napiter). Bantuan diserahkan langsung Wakil Ketua II Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as, Selasa, 30 Januari 2024.

Anak anak ex Napiter tersebut berasal dari Sekolah Dasar (SD), dan SMP di Ibukota Sulawesi Selatan ini mendapatkan bantuan mulai Rp1 juta, hingga Rp1.250 ribu.

Di sela sela penyerahan bantuan, H.Jurlan Em Saho’as mengemukakan, sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS Makassar melihat, anak anak ex Napiter ini tidak mengetahui apapun yang pernah dilakukan orangtuanya.

“Anak anak ini terlahir suci. Mereka butuh pendidikan yang layak. Dan, karena itu, BAZNAS Makassar menaruh perhatian dan harapan  sangat dalam kepada mereka. Makanya, hari ini, kami datang menyerahkan bantuan ala kadarnya, guna meringankan keperluan di sekolah,” tutur H.Jurlan Em Saho’as didampingi Kabag II BAZNAS  Makassar, Nabil Salim dan tiga pelaksana masing masing  Fitriany Ramli, H.Arifuddin, dan Syarifuddin Pattisahusiwa di Masjid Raya Makassar.

“Ya BAZNAS hadir di sini dalam artian sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. Atau pemberian untuk masa depan yang lebih baik dibawah pegangan NKRI. Untuk kebaika bersama,” jelasnya.

H.Jurlan yang juga wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujungpandang di masanya itu mengemukakan, bantuan pendidikan yang disalurkan, merupakan kolaborasi lembaga Amil terpercaya dan amanah beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Makassar tersebut dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta Densus 88.

Menyinggung asal dana, penyair Indonesia yang berhasil masuk “Top 10” juara lomba tulis puisi dan Cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan komunitas Literasi kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqra atas nama Allah” ini mengaku selain berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) para ASN dan guru muslim se Kota Makassar, juga para muzakki,  perorangan, perusda perusaha, hingga jajaran  Polres pelabuhan Makassar.

Di bagian lain magister Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menyebut,seain bantguan pendidikan, BAZNAS  Makassar juga memiliki sederet program unggulan. utamanya di bidang kesehatan, kemanusiaan, dakwah dan advokasi, serta ekonomi.

 

Kelima program ini, tidak boleh keluar dari delapan golongan penerima. Yakni, fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil. Dan tentunya, dalam menjalankan program kerja tahunan, wajib hukumnya  BAZNAS berpegang teguh pada tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

Aman Syar’i, yakni, pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perundang-undangan.

Sedangkan, Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan NKRI. (din pattisahusiwa)

 

Artikulli paraprakKetua Kwarda Pramuka Sulsel Berniat Bangun Bumi Perkemahan Setara Cibubur
Artikulli tjetërPenerima bantuan Pangan : Terima kasih Bapak Gubernur dan Bapak Bupati Maros
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini