Andi Zulkifli Nanda Berganti Posisi dengan Helmi Budiman

0
94

Makassar, Pedomanku.com:

Andi Zulkifli Nanda yang sehari harinya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, atau PTSP Kota Makassar, berganti posisi dengan Helmi Budiman yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Makassar.

Mutasi kedua pejabat penting di eselon II lingkup Pemkot Makassar ini dilakukan Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto di atas Kapal Pinisi di Anjungan City of Makassar Pantai Losari,  Rabu, 3 Januari 2024. Mutasi dilakukan untuk menyegarkan birokrasi di lingkup Pemkot Makassar.

 

Selain Andi Zulkifli Nanda dan Helmi Budiman, turut dimutasi juga masing masing Kepala Dinas Perhubungan Aulia Arsyad dimutasi menjadi Kepala Dinas Kearsipan. Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Zainal Ibrahim dimutasi sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Andi Bukti Djufrie dimutasi menjadi Kepala Kesbangpol, dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Nirman Niswan dimutasi menjadi Kepala Brida.

Helmi Budiman

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Mahyuddin dimutasi menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Andi Pattiware dimutasi menjadi Kepala Dinas Perpustakaan, Staf Ahli 3 Irwan Bangsawan dimutasi menjadi Asisten 3 Bidang Administrasi Umum,  Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Mario Said dimutasi menjadi Staf Ahli 3, Kepala Dinas Kearsipan Fathurrahim dimutasi menjadi Asisten II Bidang Perekonomian, serta Asisten II Bidang Perekonomian Rusmayani Madjid diangkat menjadi Dirut RSUD Kota Makassar.

Walikota Moh.Ramdhan Pomanto pada pelantikan tersebut mengemukakan, pelantikan dilakukan setelah dilakukan “job fit” lingkup Pemkot Makassar.

“Hari ini adalah hari di mana kita mengawali tahun dengan semangat yang baru. Dengan semangat birokrasi yang melayani. Maka seperti biasanya tradisi birokrasi adalah bagaimana melakukan penyegaran-penyegaran agar birokrasi agar tetap pada performa yang baik,” jelasnya.

Danny-sapaan akrab walikota dua periode ini mengemukakan, saat ini, pemimpin daerah dibolehkan untuk melakukan evaluasi kinerja setiap tiga bulan sekali. Namun, dia mengaku bakal mengevaluasi para pejabat setiap bulan mulai dari jajaran yang paling tinggi hingga yang paling rendah.

Menurutnya, dalam mekanisme dan prosedur soal jabatan sekarang per tiga bulan Pemkot atau Walkot atau pemimpindaerah bisa mengevaluasi. Maka, insyaallah bukan hanya per tiga bulan lagi, dirinya akan membuat raport dari semua jabatan per bulan.

Selain untuk menyegarkan birokrasi, mutasi dan pelantikan 12 jabatan eselon II ini dilakukan untuk menjaga integrasi di lingkup Pemkot Makassar. Bagi Danny, semua unsur harus terlibat penuh demi tercapainya birokrasi yang sehat. (ozan)

Artikulli paraprakBAZNAS Makassar Benar Benar Hebat, Peroleh Rp2,4 Miliar Infak ke Palestina
Artikulli tjetërBAZNAS Serahkan 350 Paket Sembako ke Marbot dari BPJS Ketenagakerjaan
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini