Arlin Ariesta Buka Pelatihan Citra Produk Ekspor

0
99

Makassar, Pedomanku.com:

Perdagangan internasional telah menjadi elemen penting dalam perekonomian modern, dan bagi negara seperti Indonesia yang memiliki sumber daya alam dan produk unggulan, ekspor adalah pintu gerbang untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, Pelatihan Ekspor Indonesia hadir sebagai jembatan yang menghubungkan para pelaku bisnis dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam perdagangan global.

Pelatihan Ekspor Indonesia adalah inisiatif yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang proses ekspor, regulasi perdagangan internasional, dan praktik terbaik dalam berbisnis di pasar global. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan skillset yang diperlukan agar dapat berhasil bersaing dan beradaptasi dalam lingkungan perdagangan yang dinamis dan kompleks.

Karena itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Arlin Ariesta saat membuka Pelatihan Citra Produk Ekspor di Hotel Royal Bay Makassar, Senin, 28 November 2023 peningkatan citra produk bagi pelaku usaha ekspor perlu keterlibatan semua pihak.

“Keterlibatan itu baik di instansi lintas sektor dan non sektoral,” ujarnya, pada acara  yang juga dihadiri pelaku usaha dan juga narasumber yang memberikan motivasi bagaimana peningkatan dari citra produk ekspor yang akan dibuat.

Arlin Ariesta juga mengemukakan, peran dari masyarakat pelaku usaha ekspor sangat memegang peranan penting dalam peningkatan citra produk ekspor tersebut. Karena itu, ia berharap para pelaku usaha ekspor dapat mengembangkan diri dan terus meningkatkan citra produk yang disukai di luar negeri. (ozan)

Artikulli paraprakTerkait Fluktuasi Pasokan, Disdag Makassar Pantau Harga Kebutuhan Pokok
Artikulli tjetërHarga Cabai Tinggi, Dinas Perdagangan Makassar Pantau Sejumlah Pasar
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini