Arlin Ariesta Terima Penghargaan Satyalencana Karya Satya dari Presiden

0
54

Makassar, Pedomanku.com:

Pemerintah Kota Makassar memberikan penghargaan kepada 196 ASN,  pada Rabu, 1 November 2023. Para ASN yang salah satunya Kepala Dinas Perdagangan Arlin Ariesta tersebut menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia itu adalah mereka yang sudah mengabdi selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun.Penyematan pin penghargaan Satyalencana Karya Satya diberikan langsung oleh Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, di Ruang Sipakatau, Kantor Balai Kota Makassar.

Penyematan dan Penganugerahan Satyalencana Karya Satya merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Makassar ke-416.  Pada momentum itu, ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh ASN penerima Satyalencana Karya Satya.

Ke-196 ASN penerima Satyalencana Karya Satya tersebut rinciannya adalah, 55 ASN meraih pin emas dengan masa bakti 30 tahun, 38 ASN meraih pin perak dengan masa bakti 20 tahun, dan 103 ASN dengan masa bakti 10 tahun meraih pin perunggu.Dari 196 ASN yang mendapat Satyalencana Karya Satya, empat  di antaranya adalah pejabat eselon II.

Mereka masing masing Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Evy Aprialti untuk masa bakti 30 tahun. Rinciannya, 55 ASN meraih pin emas dengan  masa bakti 30 tahun, 38 ASN meraih pin perak dengan masa bakti 20 tahun, dan 103 ASN dengan masa bakti 10 tahun meraih pin perunggu.Dari 196 ASN yang mendapat  Satyalencana Karya Satya, empat  diantaranya adalah pejabat eselon II.

Kepala Dinas Perikanan dan  Pertanian Evy Aprialti untuk masa bakti 30 tahun.Sedangkan tiga lainnya untuk masa bakti 20 tahun, yaitu Staf Ahli Wali Kota Aryati Puspasari Abady, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Andi Patiware, dan Kepala Dinas Perdagangan Arlin Ariesta.

Sedangkan tiga lainnya untuk masa bakti  20 tahun, yaitu Staf Ahli Wali Kota Aryati Puspasari Abady, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Andi Patiware, dan Kepala Dinas Perdagangan Arlin Ariesta.

Menurut Walikota Makassar, pengabdian dan lamanya pengabdian jangan diukur dari tuanya usia. Tapi pengalaman ASN dalam menyelesaikan suatu persoalan.“30 tahun itu bukan berarti tua, tapi pengalaman yang banyak. Jadi beda usia ASN dan beda juga pengalaman. Ini yang harus kita tekankan,” katanya.

“30 tahun itu bukan berarti tua, tapi pengalaman yang banyak. Jadi beda usia ASN dan beda juga pengalaman. Ini yang harus kita tekankan,” kata Danny—sapaan akrab walikota dua periode tersebut.

Ia berharap, penghargaan  Satyalencana Karya Satya ini dapat menjadi pemicu dan pemacu untuk dapat terus bekerja jauh lebih baik. Sebab menurutnya, ASN yang sudah mengabdi selama 30 tahun belum tentu memiliki pengalaman lebih banyak dari ASN yang lebih muda.

Sehingga ia berharap penghargaan Satyalencana Karya Satya ini dapat menjadi pemicu dan pemacu untuk dapat terus bekerja jauh lebih baik. Sebab, ASN yang sudah mengabdi selama 30 tahun belum tentu memiliki pengalaman lebih banyak dari ASN  yang lebih muda.Apalagi selama ini terbangun paradigma yang keliru di lingkungan ASN karena menganggap senioritas diukur dari lamanya bertugas.

Padahal tidak mutlak seperti itu. Apalagi selama ini terbangun paradigma  yang keliru di lingkungan ASN karena menganggap senioritas diukur dari lamanya bertugas. Padahal tidak mutlak seperti itu.”Padahal senioritas yang sesungguhnya diukur dari keahlian dia. Sehingga jangan sampai ada yang menerima 10 tahun seperti terlihat 40 tahun, atau sebaliknya yang menerima 30 tahun seperti 10 tahun,” tuturnya. (ozan)

 

Artikulli paraprakHUT Makassar, Dinas Pendidikan Siapkan Sembilan Pengendali Inflasi
Artikulli tjetërBAZNAS Makassar Salurkan Air Bersih di Rappokaling
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini