BAZNAS Kota Makassar Bantu Penderita Kusta

0
354
Dokter Udin
????????????????????????????????????

[Dokter Udin]
Makassar, Pedomanku,com:

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar,menyerahkan bantuan tambahan biaya kesehatan kepada Muhammad Saldi. Bantuan berupa uang tunai, susu, telur, madu, minyak goreng, Indo Mie, dan bahan makanan lainnya yang diserahkan kepada penderita Kusta sekaligus Tuberkolosis (TB) itu berlangsung di Bangsal, Perkampungan Kusta Jongaya, Jalan Bajidakka, Kecamatan Talamate, Kamis, 12 Januari 2023, siang hari ini.

Bantuan yang diserahkan Kabid II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, Astian Setiawan itu juga didampingi Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makasar (FKKM), Dokter Udin Shaputra Malik, dan Penanggungjawab Program TB/Kusta Kota Makassar, Sierli Natar.S.Kep.

Di sela sela penyerahan, Astin Setiawan mengemukakan, bantuan kemanusian yang diberikan lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpin masing masing H.M Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, H,Jurlan Em Saho’as, serta Waspada Santing masing masing sebagai ketua, wakil ketua I,II, dan III tersebut tepat sasaran. Pasalnya, bantuan di bidang kehatan kesehatan merupakan salah satu program BAZNAS Kota Makassar.

“Jadi, BAZNAS ini tidak main main dalam penyaluran bantuan. Kami wajib tepat sasaran. Makanya, sebelum kami memberikan bantuan apapun itu, wajib hukumnya kami melakukan asesmen terhadap obyek penerima. Dan, memang betul, sudara kita ini (Muhammad Saldi) berharap menerima bantuan. Penderitaan saudara kita ini sudah bertahun tahun, sehingga dia butuh bantuan,” tutur Astin Setiawan.

Menyinggung asal dana dari bantuan kepada putera dari pasangan Zaenal dan Rosdiana yang ber-KK di RT001/RW001, Kantisang, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, KM 8 Perintis Kemerdekaan, kelahiran 3 September 2006, Astin Setiawan yang juga Sarjana Dakwah Universiras Islam Negeri (UIN) Alauddin ini mengaku, berasal dari donasi para Muzaki baik dari orang orang kaya, maupun para ASN, dan guru beragama Islam Diknas Kota Makassar, dari BUMD dan Perusda, termasuk dari jajaran Polres Pelabuhan Makassar yang menyalurkan zakat, infak, maupun sedekahnya melalui BAZNAS Kota Makassar.

“Selain bantuan berupa uang tunai, bahan makanan, obat obatan, BAZNAS jutga berharap kepada keluarga pasien juga tetap berdoa, kiranya Allah SWT cepat menyembuhkan penyakit yang diderita. Karena, hanya dengan kekuatan doa, tuhan dapat menyembuhkan penyakit apapun yang diderita manusia, disamping medis,” tutup Astin.

Sementara itu dokter Udin Shaputra Malik mengakui, dibandingkan sebelumnya, kesehatan Muhammad Saldi semakin membaik. “Alhamdulillah. Semoga dia cepat pulih seperti semula, sehingga bisa berbaur di tengah tengah masyarakat seperti semula,” ujarnya.

Bungsu dari enam bersaudara, pasangan H.Abdul Malik Hamid dan Hj.Hasnaty Nur (Almr) kelahiran Polewali Mandar, 17 Juli 1989, sekaligus alumni terbaik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin tahun 2013 dengan IPK 4.00 atau summa cumlaud, dan Founder Makassar Siap Sekolah, atau Massikola ini mengharapkan, agar tenaga kesehatan di Puskesmas Tamalate khususnya, dan Dinas Kesehatan Kota Makassar umumnya, tetap memerhatikan kesembuhannya.

“Kami mengharapkan, berbagai elemen masyarakat di Kota Makassar juga turut serta memberikan dukungan, kiranya saudara kita ini (Muhammad Saldi) cepat sembuh dari semua penyakit yang menderanya. Semoga dia cepat sembuh,” tutur suami dari Aulia Aura Imandara Ramdhan Pomanto ini.

Saat di Bangsal, perkampungan kusta Jongaya, lelaki ganteng berkumis tipis yang dinobatkan sebagai The Most Dedicated Volunteer dari AFS Asia Pasifik tahun 2021 duduk di tempat tidur, sambil berbincang bincang secara dekat. Malah, dokter Udin juga bercengkrama, sekaligus memegang megang tangan pasien.

Pernyataan senada dikemukakan Sierli Natar.S.Kep. Penanggungjawab Program TB/Kusta Kota Makassar ini menambahkan, sebenarnya Muhammad Saldi dalam proses penyembuhan setahun terakhir.

“Jadi sebenarnya, pengobatan dua penyakit baik TB, maupun kusta terhadap pasien ini sudah selesai. Sekarang tunggu proses penyembuhan. Jadi kedua penyakit ini sudah tdak menular lagi,” ujar ibu tiga orang anak.

Di bagian lain, perempuan kelahiran Kabupaten Bone, asal Sera, Kecamatan Pulau Lakor, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku ini mengaku salut kepada BAZNAS Kota Makassar. Pasalnya, lembaga Amil yang berkantor di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rapoccini ini benar benar memerhatikan kaum dhuafa yang membutuhkan bantuan, baik untuk kesehatan, maupun kehidupan sehari sehari .

“Saya melihat, BAZNAS Kota Makassar ini sangat reaktif terhadap persoalan sosial kemasyarakatan dan keumatan. Bagi saya, bantuan yang diberikan kepada pasien ini benar benar tepat sasaran. Sebab, ayahnya buruh harian. Sementara ibunya hanya tinggal di rumah. Mereka juga sering berpindah tempat tinggal,” urainya.

Sierli Natar menambahkan, sebenarnya keluarga pasein ini mulai pasrah, atas penyakit yang menimpanya. Dia pernah keluar masuk baik di Puskesmas, maupun Rumah Sakit Tajuddin Daya.

Seperti diketahui, penderitaan Muhammad Saldi atas dua penyakit yang menderanya beberapa tahun belakang membuatnya demikian menderita. Kulitnya mengelupas, seperti terbakar. Dia hanya terbaring di tempat tidur. (din pattisahusiwa)

Artikulli paraprakDANNY : BAPPEDA BERINERJA BAIK
Artikulli tjetërFakultas Hukum UIM Lahirkan Profesor Pertama
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini