BAZNAS Makassar Bantu Korban Kebakaran di Jalan Nuri

0
226
HM.Ashar Tamanggong menandatangani pemberian bantuan

Makassar, Pedomanku.com:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menurunkan bantuan bahan makanan, berupa beras, telur, serta Indo Mie kepada korban kebakaran di Jalan Nuri Lorong 300, tak jauh dari Sekolah Dasar Inpres 3 Mariso, Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, Rabu, 18 Januari, sore hari ini.
Bantuan diserahkan langsung Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, didampingi Kepala Bidang II Pendistribusian dan Pendayagunaan (Astin Setiawan), Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB)—Sudirman N, Kepala Layanan Aktif BAZNAS (LAB)—H.Arifuddin, serta dua staf Mudassir, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Turut menyaksikan Lurah Marsio, Hasmi Hasan, S.Sos, Ketua RW 06, Riswan Adi Dg Sikki, serta warga sekitar.
HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, bantuan yang diberikan lembaga Amil yang dipimpinnya bersama tiga wakil ketua, masing masing Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan Waspada Santing merupakan bagian tidak terpisahkan dari Pemerintah Kota Makassar.
“BAZNAS Kota Makassar ini, merupakan lembaga pemerintah nonstruktural , sehingga keberadaan kami di tengah tengah masyarakat, baik dalam suka maupun duka , juga tidak terlepas dari Pemerintah Kota Makassar yang dipimpin oleh Bapak Walikota Danny Pomanto, dan Ibu Wakil Walikota, Ibu Fatma Rusdi,” tuturnya.
Sebagai lembaga yang diberi amanah mengelola zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS, BAZNAS Makassar tentunya menjalankan salah satu fungsinya di bidang sosial. Salah satunya, bantuan kepada korban bencana. Lainnya adalah, bantuan bulanan kepada mustahik, bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, beasiswa, sunatan gratis, serta sederet kegiatan lainnya.
Menjawab pertanyaan dana yang digunakan untuk bantuan sosial korban kebakaran di Jalan Nuri, ATM—sapaan akrab Ashar Tamanggong mengakui, seluruh dana yang digunakan berasal dari Muzakki—orang yang memberikan Zakat, Infak, dan Sedekah , atau ZIS ke BAZNAS Kota Makassar.
Soal siapa saja para muzakki itu, ATM menjelaskan, di antaranya aparat Pemerintah Kota Makassar, para ASN dan guru muslim, karyawan BUMD, Perusda, hingga jajaran Polres Pelabuhan Makassar, serta pengusaha, dan orang perorang yang mengetahui berkah ber-ZIS.
Lurah Mariso, Hasmi Hasan,S.Sos dan Ketua RW 06, Riswan Adi Dg Sikki mewakili keluarga korban menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada BAZNAS Kota Makassar yang peduli dengan bencana kebakaranyang menimpa warganya.
“BAZNAS Kota Makassar sudha dua kali datang ke lokasi kebakaran ini. BAZNAS sangat peduli. Atas nama keluarga korgan, maupun warga di sini kasih kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar,” tutur Hasmi Hasan, seraya menambahkan, akibat peristiwa tersebut dua rumah hangus terbakar, serta lima rumah terdampak. Ketujuh rumah tersebut dihuni 34 jiwa.
Untuk memadamkan jilatan api, satu Damkar Kota Makassar menurunkan enam unit armada. Sumber api diduga korsleting arus pendek dari Firdaus, kemudian menjalar ke rumah Dg Kebo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas itu.
Seperti diketahui, Selasa, 17 Januari 2023 kemarin, BAZNAS genap berusia 22 tahun. Di usia dua dekade tahun ini, BAZNAS terus mendapat perhatian banyak elemen masyarakat. Salah satunya adalah, Muzakki—atau orang orang yang menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) ke lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5, Kecamatan Rapoccini.
Menyemarakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 tahun BAZNAS tahun ini, BAZNAS Kota Makassar menggelar berbagai kegiatan. Di antaranya sunatan gratis bagi 100 anak yatim dan dhuafa, memberikan santunan kepada 130 dhuafa, khataman Al-Qur’an. Termasuk menyerahkan Rp42 juta kepada korban angin puting beliung di Kecamatan Tallo, Ujungtanah, dan Bontoala.
Di sela sela peringatan Hari Ulang Tahun ke 22 lembaga Amil teramanah ini, Ashar Tamanggong mengakui, dua tahun belakangan, BAZNAS Kota Makassar membumi bukan saja di Kota Makassar, melainkan di Sulawesi Selatan. Bahkan berbagai provinsi menempatkan BAZNAS Kota Makassar sebagai barometer.
Ashar Tamanggong mengemukakan, dalam menjalankan kegiatan, BAZNAS Kota Makassar mengalokasikannya ke dalam beberapa bidang yang meliputi dakwah, ekonomi, pendidikan, sosial kemanusiaan, serta kesehatan untuk memaksimalkan kinerjanya dalam mengelola zakat.
BAZNAS, demikian Ashar, berfungsi sebagai pengumpul, pendistribusi serta memberdayagunakan harta zakat memiliki peran penting dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan melalui dana produktif yang telah disalurkannya.(din pattisahusiwa)

Artikulli paraprakLagi, BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung
Artikulli tjetërBAZNAS Makassar Bantu Korban Puting Beliung di Bira
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini