BAZNAS Makassar Kepingin Muallaf jadi Pengusaha Andal

0
167
????????????????????????????????????

Makassar, Pedomanku.com :

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menempatan muallaf ditempat penting. Orang yang mendapat hidayah dari Allah SWT meninggalkan agamanya dan memeluk agama Islam perlu dikuatkan ekonominya, hingga menjadi pengusaha andal.

Perhatian BAZNAS Kota Makassar kepada muallaf, bukan tanpa alasan. Pasalnya, muallaf  masuk dalam salah satu anaf, atau golongan penerima zakat seperti tertera dalam surat At-Taubah ayat 60. Disamping fakir, miskin, dan Amil– mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.

Ada pula Hamba sahaya, Gharimin–mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya, Fisabilillah–mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya, serta Ibnus Sabil–mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Untuk itu, Ketua lembaga pemerintah nonstruktural tersebut, HM.Ashar Tamanggong  didampingi Wakil Ketua I, II, dan III (Ahmad Taslim Matammeng, H.Jurlan Em Saho’as, dan H. Waspada Santing, melaunching Muallaf Center. Laonching sekaligus pembekalan kepada calon  penerima bantuan modal usaha UMKM, dan bantuan bulanan berupa sembako, dan uang tunai selama setahun itu berlangsung, Kamis, 9 Pebruari 2023. Muallaf center sendiri nantinya dibangun di halaman kantor BAZNAS

Di sela sela launching Muallaf Center yang tujuan hakikinya, di antaranya, membentuk kultur muallaf yang bertakwa, dan mampu di bidang ekonomi. Dari sini diharapkan, nantinya mereka menjelma menjadi muzakki—orang mengeluarkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Di hadapan 40 muallaf yang memadati lantai II di kantor yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5, Kecamatan Rapoccini itu, Ashar Tamanggong membakar semangat para muallaf agar kelak menjadi pengusaha. Untuk itu, ATM-sapaan karib kandidat doktor Universitas Muslim Indonesia ini memberi tips menjadi pengusaha sukses.

Menurutnya, sebenarnya, menjadi pengusaha tidaklah sulit. Yang penting, demikian, harus meyakini diri untuk memilih bidang usaha yang tepat untuk dikembangkan. Siap berpikir diluar yang dipikirkan orang lain.

“Termasuk menguasai atau dapat mengorganisir usaha yang baik, mempersiapkan diri dengan hal hal yang tidak diinginkan. Harus membuat catatan—ide. Fokus pada satu bisnis saja. Melakukan evaluasi. Dan, jangan cepat berpuas diri. Harus belajar terus. Kreatif. Serta, melihat peluang,” ujarnya.

Pernyataan senada dikemukakan Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan Waspada Santing. Ketiganya  melihat, potensi diri muallaf yang saat ini dibina BAZNAS Kota Makassar sudah terlatih, sehingga mereka tidak menemui kesulitan.

Pada kesempatan itu juga, para muallaf juga diberi kebebasan menentukan bidang usaha yang akan dikembangkan. “Soal dana dan besarannya nanti dibicarakan. Dan, perlu diingat bantuan yang akan diberikan tidak ada pengembalian, alias cuma cuma,” tutur H.Jurlan.

Jurnalis pemegang kartu utama dewan pers dan sutradara film air mata jendi ini menambahkan, setelah semua muallaf menentukan bidang usahanya, maka tim BAZNAS Makassar akan melakukan survei lapangan.

Salah seorang muallaf berlamat di Antang mengharapkan, BAZNAS Makassar dapat memberikan bantuan untuk mendirikan Z-mart. “Tempat saya sudah ada di Antang. Sangat strategis. Saya kepingin bisa dijadikan Z-Mart,” tutur  Sanum.

Mendengar keinginan muallaf berdarah Ambon-Kupang itu, H.Jurlan langsung memerintah tim BAZNAS segera melakukan peninjauan lokasi.

Menjawab pertanyaan soal dana, Jurlan mengaku berasal dari para muzakki yang memberi amanah dan kepercayaan kepada BAZNAS Kota Makassar. Misalnya, dari ASN dan guru muslim baik SD, maupun SMP negeri. Karyawan BUMD, karyawan Perusda, pengusaha, hingga perorangan. Termasuk pula dari jajaran Polres Pelabuhan Makassar.

Sebelumnya, pada Sabtu, 12 November 2022 lalu, BAZNAS Makassar melakukan bekerjasama dengan Institute of Community Justice (ICL), menggelar pembinaan muallaf. Kegiatan itu bertemakan Penguatan Aqidah, Kemandirian dan Produktivitas Muallaf, di Aerotel  Smile.

BAZNAS saat itu merasa  bersyukur, karena para muallaf ini mendapat hidayah dari Allah SWT. Makanya,  BAZNAS Kota Makassar berkomitmen untuk membina dan membekali akidah dan pengetahuan syariah Islam, termasuk menggali potensi yang ada pada muallaf itu sendiri.

Para pemateri masing masing  Dr.Hj.Lu’mu Taris,M.Pd (peningkatan keimanan, aqidah, dan pemberdayaan masyarakat kelompok rentan),  Dr.H.Waspada Santing,M.Sos,M.Si  (Penguatan aqidah di masa peralihan), Ahmad Taslim,S.Ag,M.Si (Relasi moderasi dan muallaf).

Pemateri lainnya adalah, Ashar Tamanggong, (orang islam wajib kaya, haram menjadi miskin), H.Jurlan Em Sahoas (Berbisnis tanpa modal), Muallaf dan pemberdayaan ekonomi masyarakat (Salma Tadjang), serta Wahida Safie dan Husmira Husain (fasilitator).

Sejumlah peserta mengaku bersyukur mengikuti kegiatan yang digelar BAZNAS dan ICJ ini. Pasalnya, selain menjalin komunikasi yang baik, dan tentunya silaturahim antarsesama muallaf, juga mendapat berbagai masukan menyangkut pemberdayaan ekonomi keummatan. (din pattisahusiwa)

Artikulli paraprakBupati Fakfak Perintahkan Kabid Perumahan PUPR Segera ke Kampung Norober
Artikulli tjetërKuasa Hukum Keluarga Virendy Somasi Rektor Unhas
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini