BAZNAS Makassar Salurkan 150 Paket Menu Bergizi di Pinggir Tanggul Malengkeri

0
101

 

Makassar, Pedomanku.com: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, terus berbagi kebajikan. Lembaga pemerintah nonstrruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Kecamatan Rappocini Makassar ini memanfaatkan momen hari Jumat untuk  berbagi berkah dengan kaum dhuafa di perkampungan kumuh Pinggir Tanggul, Malengkeri, Jumat, 3 November 2023 pagi ini.

Penyaluran bahan makanan bergizi ini dipimpin Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Makassar, H.Arifuddin bersama empat  pelaksana masing masing Syafaruddin Al-Aidid, Andi Fifi, Mawaddah Warahma, serta Syarifuddin Pattisahusiwa.

 

H.Arifuddin mengakau, pihaknya sengaja memilih waktu pagi pagi untuk membagikan bahan makanan bergizi lantaran, pada jam tersebut  kebanyakan warga di perkampungan kumuh sudah bersiap siap untuk bekerja.

“Nah, kami dari BAZNAS Kota Makassar mau meyakinkan sebelum keluar mencari rezeki mereka sudah dalam keadaan kenyang. Buktinya, ada beberapa warga yang bergegas gegas ke luar rumah mencari rezeki di tempat pembuangan sampah, dalam keadaan perut kosong,” ujarnya, seraya menambahkan, sejumalh anak sekolah juga kebagian.

Di bagian lain, H.Arifuddin mengemukakan, pilihan hari jumat untuk pembagian menu kepada kaum dhuafa, tidak lain karena dalam  pandangan Islam, Jumat adalah penghulunya hari.

“Sebagai penghulunya hari, tentunya siapapun yang bersedekah secara ikhlas, maka pahalanya dilipatgandakan. Malah, Allah SWT akan menambah rezeki di hari mulia ini. Sekalipun demikian, tidak berarti hari hari lainnya tidak mulia,” ujarnya.

Menyinggung lokasi penyaluran bahan makanan, H.Arifuddin yang juga salah seorang imam di Kecamatan Tallo tersebut mengemukakan, lembaga pemerintah yang dipimpin empat komisioner yakni HM.Ashar Tamanggong (ketua), Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan H.Waspada Santing (wakil ketua I,II,dan III) tersebut memilih lokasi berbeda beda, utamanya bersentuhan dengan perkampungan kumuh. Pasalnya, mereka yang menghuni  perkampungan kumuh adalah kaum dhuafa, dengan pekerjaan utamanya adalah pemulung.

Menjawab pertanyaan mengapa memilih perkampungan kumuh, dan bukan di masjid masjid atau di jalanan, ia menyebutkan, sekalipun pemulung, namun di antara dari tangan merekalah, Kota Makassar  bersih, indah dan nyaman.

Para pemulung ini tidak mengenal siang, atau malam. Mereka membersihkan sampah. Mereka memisahkan sampah plastik dan lainnya. Kerkonstribusi mereka kepada kota ini sangat  besar. Atas jasa mereka inilah, BAZNAS Kota Makassar   tersentuh, sehingga sesekali datang  berbagi kebahagiaan dengan mereka.

H.Arifuddin pun mengisahkan, seperti tersirat dalam kisah hadist HR.Thabrani. Dalam hadist tersebut Nabi SAW menyebutkan, barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin hingga membuatnya kenyang, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki orang lain.

“Karena itu, setelah ada donasi dari para Muzakki yang menyerahkan zakat, infak, dan sedekahnya ke BAZNAS, maka kami langsung menyalurkan kepada mereka yang benar benar berhak dan  tepat sasaran,” jelasnya.

Soal sumber dana dari program SeJuTa ini berasal dari donasi pada Muzakki di Kota Makassar yang memberikan kepercayaan dan amanah kepada BAZNAS Kota Makassar. Saat ini, setiap jumat BAZNAS Makassar mendapatkan sekitar Rp10 juta hanya dari share secara umum melalui WA. Setiap jumat, muzakki menstranfer mulai Rp20.000, hingga ratusan ribu rupiah. Dan, salah satu kebanggaan karena bukan saja dari Kota Makassar, melainkan dari kabupaten kota lainnya di tanah air (Din Pattisahusiwa-tim media BAZNAS Kota Makassar)

Artikulli paraprakTim Trade Rangers Dinas Perdagangan Makassar Gelar Penyuluhan Metrologi Legal
Artikulli tjetërBesok, BAZNAS Makassar Kirim Rp100 Juta ke Palestina, Target Rp1 Miliar
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini