BAZNAS Makassar Terima Infak dari SEMUT, GNPM, MASJID AL-IHKLAS MAKASSAR TE’NE

0
62

Makassar, Pedomanku.com:

Musik dangdut kini bukan hanya selera kaum terbatas, namun sudah menjalar ke generasi muda milenial dan gen z. Slogan “Dangdut is a music of my country”, atau Dangdut adalah musik Negeriku yang pernah dipopulerkan grup penyanyi Indonesia, kini makin mengemuka. Malah pangsa pasar dan bisnis musik dangdut menapaki jejak baru.

Jika dulu musik dangdut lebih banyak dinikmati di daerah saja, kini ketika masuk kota kota besar, termasuk dangdut aliran koplo sangat diterima oleh anak muda yang rata-rata penggemar musik kekinian. Disinilah menjadi indikasi kuat, betapa perubahan selera telah membumi di tengah tengah masyarakat, termasuk di Sulawesi Selatan.

Penggemar musik dangdut, khususnya di Sulawesi Selatan pun membentuk komunitas. Mereka menamakan diri penggemar ‘Seni Musik Dangdut’ atau bahasa kerennya ‘SEMUT”.

Nilai positif dari komunitas yang dipimpin Muh Yusuf Abu Hasim sebagai Ketua Umum DPP SEMUT Indonesia ini ternyata tidak semata berkiprah dalam ajang dangdut semata, melainkan memiliki naluri kemanusiaan demikian tinggi.

Malah, komunitas yang sudah terbentuk dihampir seluruh kabupaten kota di provinsi yang kini dipimpin Dr. Bahtiar Baharuddin,M.Si ini mewakafkan diri dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.

Kamis, 30 November 2023, hari ini misalnya, sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SEMUT sebut saja DPD Kota Palopo, Jeneponto, Parepare, dan Makassar ramai ramai mendatangi kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Kehadiran mereka untuk menyerahkan infak kemanusiaan untuk Palestina.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong menerima infak tersebut disaksikan sejumlah pengurus SEMUT.

ATM–sapaan akrab Ashar Tamanggong mengaku, sejak dibuka donasi kemanusiaan untuk Palestina awal November lalu hingga Kamis hari ini mendekati Rp900 juta, dari target Rp1 miliar, belum termasuk yang nantinya akan diserahkan Pemerintah Kota Makassar.

“Jadi hari ini, kami menerima infak kemanusiaan dari DPD SEMUT Indonesia Palopo sebesar Rp5 juta,” tuturnya, seraya menambahkan, selain SEMUT Palopo pagi itu juga infak yang sama diberikan masyarakat Desa Marumpa di Kabupaten Maros sebesar Rp300 ribu. Dan dari Gerakan Nasional Nusantara Pengabdi Masyarakat (GNPM) Sulawesi Selatan yang diserahkan langsung ketuanya Hasmawati.


Selain DPD SEMUT Palopo, usai magrib BAZNAS Kota Makassar juga kedatangan DPD SEMUT Parepare, Jeneponto, dan Kota Makassar. SEMUT Parepare menyerahkan infak Rp5 juta, Jeneponto Rp1 juta, dan Makassar Rp500 ribu. Infak diterima Kabag IV Bidang Adminitrasi dan Umum, Astin Setiawan disaksikan Kabag II Bidang Distribusi dan Pendayagunaan, Fitri Ramly, serta staff pelaksana bidang I pengumpulan Darma.

Selain SEMUT dan GNPM, BAZNAS juga menerima infak untuk palestina dari berbagai kalangan. Di antaranya dari Masjid Al-Ihklas–yakni karyawan PT.Makassar Te’ne sebanyak Rp2.700.000. Belum lama ini karyawan PT Makassar Te’ne ini juga menyerahkan bantuan serupa. Malah di perusahaan gula ini, yang memberi infak bukan saja dikalangan umat Islam, melainkan non Islam pun memberikan bantyuan untuk Palestina. (din pattisahusiwa—tim media baznas makassar)

 

 

Artikulli paraprakKadisdag dan Walikota Pantau Harga Bersama Plt Gubernur di Pasar Toddopuli
Artikulli tjetërKebutuhan Pokok Naik Jelang Nataru, Dinas Perdagangan Operasi Pasar
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini