BAZNAS Makassar Terima Infak Palestina dari DWP Perikanan Air Payau Takalar

0
82

Makassar, Pedomanku.com:

Perhatian dunia ke Palestina tidak ada hentinya. Pasalnya, akibat kebiadaban dan kekejaman Israel membuat seluruh masyarakat, ternasuk di Makassar membantu baik moril, maupun meteril. Bantuan bantuan tersebut salah satuanya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengemukakan, sejak dibukanya dompet kemanusiaan untuk Palestina, lembaga pemerintah nonstruktural yang berkantor di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Makasar tersebut membuka donasi kemanusiaan, Membasuh Luka Palestina”.

Menurutnyaa hingga, Kamis, 23 November 2023 hari ini, jumlah uang tunai yang diterima lebih Rp600 juta. Dari jumlah tersbeut, pihkanya telah mengirimkan ke Palestina melalui BAZNAS Pusat Rp300 juta.

“Jadi, BAZNAS Makassar telah mengirimkan Rp300.000 juta dalam dua tahap. Dalam waktu dekat, kami akan mengirimkan lagi untuk tahap ketiga. Dan, tentunya, kami mengucapkan terima kasih yang  tak terhingga kepada  masyarakat muslim di Kota Makassar ini, termasuk dari masjid-masjid, sekolah sekolah, lembaga dan orang perorang yang peduli dengan saudara saudara sesama ummat muslim di Palestina,” ujarnya di ruang kerjanya, pagi ini, seraya menambahkan, selain di Kota Makassar, infak lainnya datang dari Maros, dan Takalar.

Hari ini misalnya,  BAZNAS Makassar juga menerima Darma Wanita Persatuan Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar sebanyak Rp4.200.000. Bantuan diserahkan oleh Ketuanya, Nia Resminiawati mewakili rekan rekannya yang bersamaan datang ke BAZNAS Makassar.

Bantuan dari Darma Wanita Persatuan Balai Perikanan Air Payau Takalar inmi diterima Kepala Pelaksana BAZNAS, H.Arifuddin didampingi Kabag I Pengumpulan, Andi Fifi NR.

Nia Resminiawati mengaku, dirinya dan seluruh jajaran Darma Wanita Persatuan Balai Perikanan Air Payau yang dipimpinnya sangat terharu dengan tragedi kemanusiaan yang saat ini melanda Palestina.

“Kami sangat terharu. Makanya, kami turut memberikan infak, sekalipun seidkit. Semoga apa yang berikan ini bisa sampai kepada saudara saudara kita sesama muslim di Palestina,” harapnya.

Selain Darma Wanita Persatuan Balai Perikanan Air Payau Takalar, Kamis hari ini BAZNAS Makassar juga menerima infak masing masing dari UPD SPF SD Inpres Bertingkat Kelapa Tiga sebesar Rp4.176.000 dan dari Majelis Taklim Baburrahmah, Perumnas Tidung sebesar Rp1.310.000. Infak lainnya dari Hj.Any Hasanuddin sebesar Rp350.000, serta trsanfer ke rekening BAZNAS Makassar di BSI dengan nomor rekening  112 116 1124. (din pattisahusiwa-tim media baznas makassar)

Artikulli paraprakMutual Check di Pasar Sawah dari Dinas Perdagangan Makassar
Artikulli tjetërTerkait Fluktuasi Pasokan, Disdag Makassar Pantau Harga Kebutuhan Pokok
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini