BAZNAS Makassar Turunkan Tim Moniv UMKM

0
184
????????????????????????????????????

 

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki berbagai keunggulan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Hanya saja, UMKM tidak terlepas dari berbagai permasalahan klasik yang menghambat laju perkembangannya. Sebut saja permodalan dan non permodalan menjadikan UMKM sulit untuk bertransformasi menjadi usaha skala besar.

UMKM tidak sekadar membutuhkan modal, tetapi juga konsultasi atau bimbingan usaha. Untuk itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menurunkan tim monitoring penerima manfaat UMKM BAZNAS Kota makassar sekaligus assement  calon penerima manfaat Zakat, Infak, dan Sedekah, atau ZIS.

Setiap tim, terdiri dari dua orang ini mendampingi pelaku UMKM yang telah diberikan modal usaha oleh BAZNAS Kota Makassar  tahun 2022. Tim bentukan BAZNAS ini menyebar di 14 kecamatan di Ibukota Sulawesi Selatan ini.

“Ada delapan tim yang turun. Tim tim ini telah dibekali dengan berbagai pengetahuan seputar pengembangan usaha, cara cara peningkatan usaha, dan lainnya. Tim tim ini juga diberi kewenangan mengasemen pelaku usaha dhuafa  lainnya yang memiliki kemampuan berusaha, tetapi kekurangan modal,” ujar Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as di ruang kerjanya, Jumat, 17 Pebruari.

Menurutnya, program operasional dhuafa produktif yang diprogramkan BAZNAS Kota Makassar dapat meningkatkan dan mengangkat pelaku UMKM.

Program ini dapat  membangkitkan  pelaku ekonomi ummat, sekaligus dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri, layaknya Saudagar Tangguh. Hanya saja, para penerima harus melalui proses asesemen. Jumlahnya, mulai Rp2000.000, hingga Rp7000.000, tanpa pengembalian. Malah, ada bantuan Rp25 jutaan, hingga Rp50 jutaan secara cuma cuma.

Hanya saja, BAZNAS Makassar  tidak main main dalam menentukan jumlah. Karena melalui tahapan asesmen demikian ketat. Selain itu, pihaknya juga menurunkan tim untuk memantau perkembangan bantuan modal yang telah diberikan. Tim ini bertuga melakukan monitoring, dan evaluasi. Ke depannya, BAZNAS juga tetap akan berkoordinasi dan memantau perkembangan secara tiba-tiba secara rutin.

“BAZNAS tidak mau salah sasaran. Makanya, kami tidak sekadar memberikan bantuan modal, melainkan mendampingi, memanej agar usaha mereka berkembang. Hasil monitoring dari tim ini, demikian jurnalis yang juga sutradara Fil Air Mata Jendi ini mengaku, setelah selesai monitoring dan evaluasi, kamudian akan didiskusikan bersama,”  tegasnya.

Di bagian lain magister Universitas Islam Makassar (UIM) ini menambahkan, BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat, dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha atau zakat produktif.  Program ini memberikan bantuan modal, pendampingan, pelatihan,dan pembinaan spritual pada kaum dhuafa’.

 

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) II BAZNAS Kota Makassar, Fitriany Ramli menjelaskan, tim I, H.Arifuddin dan Muh Irfan,  tim II Fitriany Ramli dan A Fifi Nurinda Ragani, tim III Nabil Salim dan Ahmad Kamsir ( Kecamatan Panakukkang). Tim IV, Safaruddin Al Aidid dan Mawaddatan Warahma (Kecamatan Tamalate, Mariso, dan Wajo).

Tim V Sudirman dan Asrijal Syahruddin (Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea), tim VI, Badal Awan dan Dian Pertiwi (Kecamatan Rappocini dan Makassar), tim VII, Astin Setiawan dan Darmawati (Kecamatan Mamajang dan Makassar), serta tim VIII, Syarifuddin Pattisahusiwa dan Mudassir Idrus Dg Patalle (Kecamatan Ujungtanah, Bontoala, dan Tallo).  Tim tim ini dikoordinir  oleh Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Kota Makassar (H.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim, H,Jurlan Em Saho’as, dan H.Waspada Santing). (din pattisahusiwa)

Artikulli paraprakAMTI Kolaborasi ICMI gelar Isra’ Mi’raj, Sabtu besok
Artikulli tjetërKetua DPRD Makassar Tangkal Pernyataan Pemerhati Media
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini