Bosowa Percayakan BAZNAS Makassar Salurkan Zakat Terikat

0
257

 

Makassar, Pedomanku.com: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar mendapat kepercayaan dari PT  Bosowa Building a Better Future untuk menyerahkan zakat profesi. Zakat tersebut langsung diserahkan kepada 70 muallaf binaan lembaga Amil terpercaya yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar, nomor 5 Kecamatan Rapoccini, Kota Makassar tersebut, Senin, 28 Mei 2023 sore tadi.

PT.Bosowa diwakili Drs. Muslim saat menyerahkan zakat berupa beras, telur, dan satu paket sembako lainnya diterima Wakil Ketua I Ahmad Taslim Matammeng, dan Wakil Ketua II H.Jurlan Em Saho’as di Kantor BAZNAS Makassar mengaku, jajaran  PT Bosowa Bilding a Better Future memberikan kepercayaan penuh kepada lembaga pemerintah nonstruktural tersebut untuk menyerahkan kepada muallaf.

“Kami menyerahkan penuh kepada BAZNAS Kota Makassar untuk menyerahkan kepada mereka yang berhak menerima, khususnya para muallaf binaan BAZNAS Kota Makassar. Kami tahu, BAZNAS Kota Makassar ini benar benar terpercaya dan amanah,” ujarnya, seraya menyampaikan salam hormat dari M Aksa Mahmud, pendiri Bosowa Group.

Di hadapan Drs.Muslim, baik Ahmad Taslim Matammeng,maupun H.Jurlan Em Saho’as sama sama menyampaikanterima kaish kepada Bosowa yang telah memberikan kepercayaan kepada BAZNAS Makassar dalam membantu menyalurkan zakat terikat dari perusahaan sebesar Bosowa  tersebut.

‘Kami juga menitip salam kepada  bapak Aksa Mahmud bersama keluarganya, serta seluruh karyawan PT Bosowa Building a Better Future, “ ujar Ahmad Taslim,dan H.Jurlan Em Saho’as.

H.Jurlan Em Saho’as menambahkan, belum lama ini, BAZNAS Makassar juga mendapat kepercayaan dan amanah dari Ir.H Latinro La Tunrung bersama keluarganya  yang telah menyerahkan zakat terikatnya miliaran rupiah. Zakat terikat itu diserahkan di tiga lokasi masing masing di Kelurahan Masale Kota Makassar, di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, serta di Kabupaten Enrekang.

Sementara itu, saat menyerahkan zakat terikat dari PT Bosowa Building a Better Future kepada 70 muallaf, Ketua BAZNAS Kota Makassar, H.M.Ashar Tamanggong mengemukakan,  zakat terikat yang diberikan Bosowa tentunya sangat membantu para muallaf binaan BAZNAS Kota Makassar.

Apalagi, demikian ATM—sapaan akrab pria Makassar kelahiran Takalar ini, saat ini harga barang barang sembako melambung tinggi. “Makanya, tentunya, para muallaf terbantu atas bantuan yang diberikan Bosowa ini,” ujarnya.

ATM berharap, para muallaf  Ashar Tamanggong mendoakan pemberi zakat terikat, seperti HM.Aksa Mahmud. “BAZNAS Makassar harapkan muallaf binaan BAZNAS mendoakan Pak Aksa Mahmud bersama keluarganya dan seluruh jajaran perusahaan yang dipimpinnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, mualaf adalah sebutanbagi orang yang baru masuk agama Islam. Pada Surah At-Taubah Ayat 60 disebutkan bahwa para mualaf termasuk orang-orang yang berhak menerima zakat. Muallaf binaan BAZNAS Kota Makassar di antaranya karena pernikahan, belajar dan menemukan secara keilmuan, dan mereka yang mendapat hidayah langsung.

Sedangkan HM Aksa Mahmud adalah pengusaha terkemuka, sekaligus mendapat julukan ayam jantan dari timur. Pria yang lahir di Barru, pada 16 Juli 1945.

Pendiri Group Bosowa pada tahun 1968 yang telah membuatnya masuk ke daftar 40 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2007 dan 2008 ini dikenal dengan kerendahan hati dan keuletannya. Aksa Mahmud telah menempa dirinya untuk menjadi seorang pekerja keras sejak kecil. Terbukti dengan prestasi yang dia telah torehkan di Indonesia, pria yang telah memiliki lima anak dari istrinya Ramlah Kalla, adik dari Jusuf Kalla, ini bergerak di empat divisi usaha, makanan, otomatif, industri dan lembaga keuangan.

Setelah anak-anaknya beranjak dewasa, Aksa mempercayakan Group Bosowa kepada mereka sementara pria yang sekarang berusia 78 tahun ini juga adalah seorang aktivis mahasiswa angkatan 66, pria yang hobi berolahraga ini memang sangat tertarik ke dunia jurnalistik dan politik. Dia pun terpilih menjadi Anggota MPR RI Fraksi Utusan Daerah dari Sulawesi Selatan pada tahun 1999-2004.

Aksa Mahmud juga pernah menduduki jabatan penting. Mislanya,   Wakil Ketua MPR RI, 2004-2009,Anggota DPD dari Provinsi Sulawesi Selatan, 2004-2009, Penasehat Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Bidang Perekonomian Daerah, 2002, Anggota MPR RI Fraksi Utusan Daerah, 1999-2004

Pendiri dan Pemimpin Group BOSOWA, 1968-sekarang, anggota Badan Pertimbangan KADIN Indonesia 2004,  Ketua Dewan Bisnis Sulawesi, 2003. Anggota Dewan Wali Amanat Universitas Gajah Mada Yogyakarta, 2001. Ketua Dewan Pembina Daerah dan Pemasyarakatan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI),2001. Ketua Yayasan Universitas Islam Indonesia Makassar, Ketua Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar, Ketua Dewan Penyantun Politani Negeri Pangkep, 2000.

Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan, 1999, Ketua Dewan Penasehat GAPENSI Pusat, 1994Ketua GAPENSI Sulawesi Selatan, 1987-1994.  Ketua Bidang Pembinaan Anggota Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, 1980-1983. Sekretaris Umum AKI (Assosiasi Kontraktor Indonesia) Sul-Sel, 1982-1985 Aktivis KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), 1966. Akitivis Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Makassar, 1965. Alumni Pelajar Islam Indonesia, 1962, serta Wakil Ketua Umum Bidang Dana Persatuan Anggar Seluruh Indonesia. (din pattisahusiwa)

Artikulli paraprakGubernur Sulsel Lepas CJH Kloter 1 Embarkasi Makassar
Artikulli tjetërDua Dosen Univ.Khairun Ternate Sosialisasi Biofarmaka di Dusun Bangko, Halmahera Barat
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini