Bupati Maros Buka Forum Lintas Perangkat Daerah

0
97

Maros, Pedomanku.com: Forum Lintas Perangkat Daerah (FLPD), dapat memainkan peran sebagai forum untuk berbagi informasi, data, pengalaman, dan sumber daya antar perangkat daerah. Dalam forum ini, perangkat daerah dapat membahas dan memprioritaskan program dan kegiatan pembangunan yang harus diangkat dalam rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) RKPD. Salah satunya FLPD Kabupaten Maros.

Forum Lintas Perangkat Daerah ini  diharapkan dapat membantu dan memastikan bahwa, program dan kegiatan pembangunan yang diangkat dalam RKPD sesuai dengan arah kebijakan pembangunan yang ditetapkan pemerintah daerah, serta sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Untuk maksud itu, Bupati Maros, Dr.H.A.S.Chaidir Syam membuka kegiatan FLPD di Baruga B Kantor Bupati Maros, Kamis (22/2/2024). Kegiatan yang dihelat Bappalitbangda Kabupaten Maros ini dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Maros Tahun 2025.

Menurut bupati, kegiatan tersebut bertujuan untuk menfasilitasi koordinasi dan kerjasama antara perangkat daerah dalam rangka menentukan prioritas pembangunan yang harus disusun dalam RKPD.

“Dalam proses penyusunan RKPD Maros 2025, FLPD dapat memainkan peran sebagai forum untuk berbagai informasi, data, pengalaman dan sumber daya antar perangkat daerah,” ujar mantan Ketua DPRD Maros.

Dalam forum tersebut, lanjut dia, perangkat daerah dapat membahas dan memprioritaskan prigram dan kegiatan pembangunan yang harus diangkat dalam RKPD sesuai berita acara dan input usulan SIPD yang dilakuksn masing-masing desa dan kecamatan.

“FLPD juga diharapkan dapat membantu memastikan terhadap program dan kegiatan yang diangkat dalam RKPD sesuai arah dan kebijakan pembangunan yang ditetapkan pemerintah pusat, Pemprov dan kebutuhan aspirasi masyarakat,” tutur Chaidir.

Ditambahkan, penyusunan RKPD 2025 diperlukan suatu tema pembangunan sebagai panduan menyamakan persepsi dan pemahaman bersama tentang arah pembangunan 2025.

Kegiatan itu  mengambil tema “percepatan pembangunan wilayah yang berkualitas untuk mewujudkan pemerataan wilayah dengan mengangkat 5 prioritas pembangunan 2025. Di antaranya, peningkatan produktivitas ekonomi berbasis potensi ekonomi wilayah dan peningkatan daya saing SDM dan kualitas hidup masyarakat secara inklusif.

“Semua pihak dapat merumuskan program dan kegiatan strategis untuk memacu percepatan pencapaian target pembangunan pada TA 2025 mendatang,” tandasnya.

Forum FLPD sebagai wadah penampungan, penjaringan aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan ini diikuti seluruh perangkat daerah, termasuk para camat lingkup Pemkab Maros. (*/wis)

Artikulli paraprakPeserta Makassar Half Marathon 2024 Strength Training di Tribun Karebosi
Artikulli tjetërSD Inpres Batua I Donasi ke Palestina Rp2.550.000 Melalui BAZNAS Makassar
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini