Bupati Maros Buka Workshop Penguatan Transisi PAUD Ke SD

0
73

Bupati Maros saat membuka Workshop

Maros, Inspirasimakassar.id:

Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam membuka Worshop PAUD, pelatihan dan bimbingan transisi PAUD – SD. Workshop ini merupakan kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Maros dengan Forum Transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) SD  se Kabupaten Maros, Rabu, 17 Januari 2024.

Workshop  yang berlangsung di Baruga A Kantor Bupati Maros ini bertujuan, agar para pendidik Paud dan SD mengenal lebih dalam tentang target perubahan perilaku yang dicapai melalui gerakan transisi Paud ke SD.

Transisi Paud ke SD menurut Bupati Maros, merupakan proses, dimana anak berpindah dari perannya sebagai peserta didik di PAUDmenjadi peserta didik di Sekolah Dasar (SD).

“Transisi yang efektif adalah saat anak tidak perlu melakukan terlalu banyak penyesuaian sebagai akibat dari perpindahannya,” ujar H.A.S.Chaidir Syam.

Ditambahkan, gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan sengaja digalakkan agar anak merasa senang dalam belajar dan anak percaya bahwa dirinya pasti bisa asalkan mau berusaha.

Mantan Ketua DPRD Maros ini menyebut, ada enam kompetensi dasar yang harus diutamakan oleh PAUD yakni, kemampuan mengenal  nilai agama, moral dan akhlak.

Selain itu, lanjut dia,  kemampuan sosial dan emosional, kognitif, bahasa dan komunikasi, motorik kasar dan halus serta kemampuan seni dan budaya.

” Pembelajaran harus mencerminkan  pemahaman bahwa membangun kemampuan kondisi fondasi, yakni kematangan sosial, emosional dan kemampuan literasi merupakan suatu proses bertahap dan berkelanjutan yang dibangun sejak PAUD hingga SD di kelas awal. Saya juga mengapresiasi, dan berterimakasih atas terselenggaranya workshop Paud yang dilaksanakan Dinas Dikbud Maros ini,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD, Kadis Dikbud, Ketua Himpaudi Maros dan kepala satuan PAUD se Kabupaten Maros dan undangan lainnya. (*/wis)

Artikulli paraprakTak Mampu, BAZNAS Lunasi Biaya Rumah Sakit Penderita TB
Artikulli tjetër1.195 Calhaj Makassar Bakal Serahkan Infak ke BAZNAS Makassar
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini