Camat Biringkanaya : Deklarasi Pemilu Damai Momen Penting

0
68

Makassar, Pedomanku.com : Camat Biringkanaya Juliaman ,S,SOs mengemukakan, deklarasi Pemilu damai merupakan momen  yang penting. Tujuannya, untuk  menyatukan komitmen bersama dan menyatukan persepsi bersama sehingga  tidak timbul kesalahpahaman di lapangan.

” Kita sangat senang bisa bersama – sama mahasiswa Papua dalam kegiatan deklarasi Pemilu Damai yang digelar di Kecamatan Biringkanaya ini. Deklarasi ini, tentunya untuk menyatukan komitmen dan menyatukan persepsi bersama, agar informasi dan pesan-pesan tentang penyelenggaraan Pemilu bisa sampai dan diserap oleh semua warga,” ujarnya di sela sela menghadiri  silaturahmi antara Kapolrestabes Makassar– Kombes Pol DR. Mokhamad Ngajib, SIK, MH, bersama Mahasiswa Papua Makassar.

Silaturahmi berlangsung  di Perumahan BPH2 Lanraki  Lorong Dahlia 6 Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanaya, Selasa 23 Januari 2024 itu diberi nama deklarasi Pemilu damai tahun 2024.

Mahasiswa Papua yang mengikuti deklarasi itu mengaku berasal dari Maraoke, Mapi, Asmat , Meraoke, Biak , serta Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Aru (PMKKA ).

Menerutnya, sebagai warga negara yang baik, seluruh masyarakat di semua tingkatan di seluruh persada Nusantara, termasuk di Makassar saling menghormati satu dengan yang lainnya dan saling mengingatkan.

Dengan demikian, Pemilu Presiden yang disatukan dengan Pemilu Legislatif baik DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi dam Kabupaten dan Kota, 14 Februari mendatang berjalan aman dan damai. “Semoga mahasiswa membawah hak pilihnya untuk hadir di TPS. Mari kita ciptakan situasi aman dan damai utamanya dikampung masing – masing , dengan silaturahmi ini kita menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ,” tutur Juliaman,S,Sos.

Turut hadir Wakapolrestabes, Kapolsek Biringkanaya Kompol H Muh Tamrin, jajaran Polrestabes Makassar, jajaran Polsek Biringkanaya, Lurah Berua Saparuddin, Bimas Kelurahan Berua, Babinsa Kelurahan Berua, hingga  Ketua RW 04 Kelurahan Berua, serta mahasiswa sekitar. (ozan)

Artikulli paraprakCamat Biringkanaya Hadiri Silaturahmi Kapolrestabes-Mahasiswa Papua di Makassar
Artikulli tjetërMahasiswa Papua Deklarasi Pemilu Damai Di Hadapan Kapolrestabes dan Camat Biringkanaya
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini