Camat Biringkanaya Inspeksi Mendadak

0
91

 

Makassar, Pedomanku.com: Inspeksi nendadak, atau Sidak dilakukan seorang pejabat, setidaknya untuk  memastikan pegawai bekerja maksimal dan sesuai aturan atau tidak. Sidak yang dilakukan Camat Biringkanaya, Juliaman salah satunya.

Sidak yang dilakukan orang nomor satu di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Maros, Rabu, 28 Pebruari 2024 itu guna memastikan seluruh pegawai baik ASN, maupun laskar pelangi  lingkup kantor Kecamatan Biringkanaya selain  telah menerapkan disiplin dalam kedinasan sehari hari, juga apakah telah terbentuk lingkungan kerja yang kondusif dan perilaku professional atau tidak.

Sidak juga sekaligus dalam kerangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkup Pemerintah Kecamatan Biringkanaya itu dilakukan secara rutin. Camat Biringkanaya terlihat memasuki seluruh ruang staf dan ruang  pelayanan masyarakat.

“Sidak ini dilakukan disentra pelayanan Kantor Camat Biringkanaya. Hal ini dilakukan untuk memastikan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, dan tugas sebagais staf di Kantor Kecamatan Biringkanaya ini,” tegas Juliaman.

Di sela sela sidak, Juliaman menegaskan, sesama pegawai harus saling bersinergitas untuk melayani masyarakat. Sebab, pelayanan adalah ujung tombak menghadapi warga. Misalnya, dalam pengurusan administrasi kependudukan, hingga surat rekomendasi untuk pengurusan lainnya .

“Kami kepingin memastikan pelayanan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Mulai dari yang paling sederhana, tepat waktu ketika melayani, kemudian ketika menerima keluhan harus direspon secara baik, dan selesai dengan tuntas. Dan, yang paling utama adalah, kebersihan ruangan kantor,” urainya, seraya menambahkan, sidak  yang dilakukan tidak sekadar memastikan ketersediaan pelayanan di kecamatan, tetapi juga sebagai bagian dari kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.

Mantan Camat Mariso ini meberharap, staf kecamatan dan kelurahan terus meningkatkan pelayanan , kedisiplinan dan loyal kepada pimpinan. (din pattisahusiwa)

Artikulli paraprakChaidir Syam Akui Kerja Keras Pemkab Maros Cukup Signifikan
Artikulli tjetërBupati Maros Akui Baru Pertama kali Terima Baznas Award
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini