Demi Adipura Camat Biringakanaya Gerakan Jajarannya Sabtu Bersih

0
23

Makassar, Pedomanku.com: Gerakan Makassar Sabtu Bersih bakal terus dilaksanakan dengan menyasar lokasi yang keadaan lingkungannya masih kumuh. Dengan begitu, tentu diharap pula bisa mendorong kesadaran warga untuk peduli kondisi wilayahnya. Gerakan Sabtu bersih di Kecamatan Biringkanaya, salah satunya.

Langkah cepat yang diambil Camat Biringkanaya, Juliaman guna meraih piala Adipura di Kota Makassar menjadi perhatian, sekaligus point menjadi penting.

Camat Juliaman, setiap Sabtu menggerakan seluruh jajarannya di semua level, mulai tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RW/RT.  Pasalnya, jika semua lingkungan bersih, dapat memberi nilai tersendiri bagi tim verifikasi Adipura yang tak lama lagi akan melaksanakan tugas penilaian.

Mantan Camat Mariso ini juga mengharapkan, kiranya masyarakat tetap menjaga  lingkungan agar benar benar  bersih, indah, dan nyaman. Jika ketiganya sudah terjaga dnegan baik, bukan tidak munghkin Kecamatan Birinhgkanaya juga bsia dijadikans ebagai kecamatan poercontohan, bukan saja di Kota makassar saja, melainkan di seluruh Sulawesi Selatan.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah turut serta dalam menjaga kebersihan dan keindahan di wilayah Kecamatan Biringkanaya. Baik itu dari instansi pemerintahan, swasta, dan masyarakat.

“Kami melihat, niatan tulus dari Bapak Camat Biringkanaya ini perlu diajungi jempol. Sebab, beliau selalu bersama jajarannya sellau terlibat langsung ke tengah tengah masyarakat. Kami bangga dnegan beliau,” tutur sejumlah warga di sekitaran terminal Daya, Sabtu, 3 Pebruari 2024.

Seperti diketahui, tim verifikasi Adipura akan memberikan informasi yang diperlukan, utamanya mengenai data program-program pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan. Tim verifikasi ini Adipura ini akan secara detildan teliti melakukan penilaian terhadap setiap aspek yang menjadi indikator penilaian Adipura, mulai dari kebersihan, pengolahan sampah, hingga peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup sekitar. (ozan)

Artikulli paraprakBAZNAS Lunasi Tunggakan SPP Siti Fatimah Az-Zahra di MAN 3 Makassar
Artikulli tjetërWarga : Kami Bangga dengan Pak Camat Biringkanaya
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini