Fakultas Hukum UIM Lahirkan Profesor Pertama

0
165
Dr Muhammad Yunus Idy usai dinobatkan sbagai Profesor pertama Fakultas Hukum UIM

Makassar, Inspirasimakassar,com:

Dr  Muhammad Yunus Idy usai dinobatkan sbagai Profesor pertama Fakultas Hukum UIMDekan Fakultas Hukum Universitas Islam Makassar (UIM), Prof Dr. H.Muhammad Yunus Idy, SH,MH dikukuhkan dalam rapat senat terbuka UIM, Jumat 13 Januari 2023 di Auditorium KH. Muhyiddin Zain UIM, selaku Guru Besar Ilmu Hukum UIM. Pengukuhan itu sekaligus menjadikan selaku profesor pertama pada Fakultas Ilmu Hukum UIM.

Rapat senat dibuka oleh Rektor UIM, Dr.Ir.Hj. Dr Ir Hj A Majdah M Zain M.Si turut hadir Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Drs.Andi Lukman, M.Si, Wakil Ketua Yayasan Al Gazali UIM, Dr.K. H. Muammar Bakry, Lc., M.A

Ketua Dewan Guru Besar Prof DR H Najmuddin H.A Safa MA dan para undangan lainnya. SK Guru Besar Prof Yunus dibacakan oleh Dr Ir Musdalifah MSi sebagai Wakil Rektor II bidang administrasi umum, keuangan dan pengembangan SDM.

Rektor UIM, Hj A Majdah M Zain pada sambutannya mengatakan, pengukuhan Guru Besar Prof Yunus sangat berbahagia dan pecah telur di UIM. Pencapaian ini semoga teman para dosen jadi termotivasi untuk segera mengusul jabatan fungsional tertinggi bagi seorang dosen.

Sosok Guru Besar di tengah masyarakat, jadi kunci jawaban terhadap persoalan sosial kemasyarakatan. Guru Besar ini tidak hanya dosen di dalam kelas tetapi diharapkan karya karyanya untuk menjawab soal kemasyarakatan dan keummatan.

Jabatan fungsional tertinggi Profesor ini bukan hanya jadi jenjang poin dan koin tetapi juga menjadi penguatan institusi. Pengukuhan Prof Yunus merupakan titik awal sehingga akan lahir lagi Guru Besar yang lain di UIM.

Setelah pengukuhan Prof Yunus, selanjutnya pada bulan ini juga Prof Ansar segera menyusul menjalani prosesi pengukuhan Guru Besar.

Wakil Ketua Yayasan Al Gazali UIM, Dr.K. H. Muammar Bakry, Lc., M.A pada sambutannya mengatakan, pengukuhan Prof Yunus Idy berarti bertambah lagi guru besar kampus. Saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) di Perguruan Tinggi merupakan andalan.

Tidak mungkin mencetak generasi yang baik kalau SDM dosen tidak sesuai dengan standar UU dan aturan yang berlaku. Jabatan Guru Besar merupakan kewajiban bagi seluruh dosen, katanya.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman pada sambutannya mengatakan, tahun pertama menjalankan amanah, dosen LLDIKTI IX yang telah mencapai jabatan fungsional teringgi yakni Profesor telah mencapai 31 orang.

Prof Yunus yang baru saja dikukuhkan merupakan Guru Besar yang ke-31 dan di kampus UIM ada dua dosen yang meraih Guru Besar pada periode tahun pertama menjalankan tugas.

’’ Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi Bu Rektor UIM segera turut SK GB sehingga kami datang lagi hadiri pengukuhan GH di kampus ini ’’ katanya.

Pencapaian 31 Profesor itu menjadikan Kantor LLDIKTI IX saat ini terbanyak diseluruh Indonesia yang telah meraih puncak karier dosen. Pencapaian itu karena sesama dosen sudah muncul budaya saling mendampingi, menyemangati dan saling membagi informasi untuk pengurusan jabatan fungsional dosen.

Seorang GB harus menjadi teladan di tengah masyarakat dan senantiasa harus rendah hati. Pengukuhan Prof Yunus menambah SDM unggul di Kantor LLDIKTI IX.

Nampak hadir dalam prosesi pengukuhan itu, Rektor Universitas Patompo, Dr. H. Muh Yunus, M.Pd, Rektor Unversitas Teknologi Akba Makassar (UNITAMA) UNITAMA, Dr. Dr. H. Askar Taliang, M.Si , Rektor Universitas Pancasakti, Dr. H. Rusdin Nawi, M.Si, Ketua STIEM Bongaya, Dr. Andi Mappamiring Parenta,M.Si.

Ketua Panitia Pengukuhan Guru Besar Prof Yunus Idy, Dr. Marif, SH,MH menambahkan, prosesi pengukuhan berjalan lancar dan hadir, pihak Yayasan Al Gazali UIM, undang dari pihak keluarga dan relasi Prof Yunus serta beberapa pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika UIM.

Prof Yunus Idy juga merupakan Dekan Pertama Fakultas Hukum UIM. Pengukuhan Guru Besar UIM sudah ketiga kalinya dilaksanakan sebelumnya ada dua GB yakni Prof Dr Guntur Yusuf, MS (alm) serta Prof Dr.Zulkifli Syamsir. Waktu dekat ini kembali akan dikukuhkan Guru Besar, Prof Dr.Ansar Abdullah, M.Pd. (yaya)

Artikulli paraprakBAZNAS Kota Makassar Bantu Penderita Kusta
Artikulli tjetërBAZNAS DI USIA 22 TAHUN (1). DUA DEKADE MELAYANI UMMAT
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini