Gas Elpiji 3 Kg terendus Langkah, Kadis Perdagangan-Pertamina Sidak

0
77

Makassar, Pedomanku.com:

Gas elpiji diterangai langkah. Akibatnya,  Kepala Dinas (Kadis) Kota Makassar, Arlin Ariesta bersama pihak Pertamina, khususnya manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Pemkot Makassar melakukan sidak di Pangkalan LPG 3 Kg di SPBU Ratulangi. Sidak dilakukan pada  Selasa, 10 Oktober 2023.

Sidak dillakukan lantaran terendus kelangkaan gas elpiji 3 kg di ibukota Sulawesi Selatan ini.

Arlin menegaskan, pihaknya senantisa melakukan koordinasi dengan Pertamina dan Hiswanamigas, makanya, saat terendus kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut, pihaknya melakukan sidak ke SPBU Ratulangi, dan lainnya. Hadir pula, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Erwin Dwiyanto.

“Pemantauan kita sudah mulai membaik, dimana sejak awal Oktober itu ada penumpukan atau antrian dalam pembelian namun ini sudah diantisipasi sudah diambil langkah-langkah Pertama adanya penambahan stok untuk masing-masing pangkalan dan agen,” urainya.

Sementara itu, executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Erwin Dwiyanto menyebut pihaknya telah menambah 75 ribu tabung untuk wilayah Makassar, Maros dan Gowa.

Pihaknya pun senantiasa mengoptimalkan ketersediaan stok LPG 3 kg bagi masyarakat. “Kita sudah menyiapkan tambahan kuota 75 ribu tabung (LPG 3 Kg),” sebut Erwin.

Dengan penambahan tersebut, pihaknya memastikan tidak akan terjadi kelangkaan. “Memang viral saja (kelangkaan), karena yang disebabkan ada proses pendataan untuk percepatan program subsidi tepat sehingga menimbulkan kelangkaan,” katanya.

Erwin juga menjelaskan bahwa pihaknya bakal menyiapkan kuota tambahan lagi. Tujuannya untuk memastikan dalam beberapa hari ke depan, semua stok di pangkalan itu tersedia 100 ribu.

“Kita tidak bisa membatasi konsumen membeli gas tiga kilo, tetapi bisa diimbau untuk membeli secukupnya. Satu rumah tangga minimal dua kali satu minggu, dan kita pastikan semua mendapatkan gas,” tambah Erwin. (ozan)

 

Artikulli paraprakGegara Aturan Baru Pembelian Gas dari Pertamina Tersendat
Artikulli tjetërJurlan Em Saho’as : Progres Jamban Bantuan BAZNAS Makassar di Kodingareng di atas 50 Persen
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini