Imam Besar Masjid Istiqlal Kunjungi Mahasiswa PKUMI di Hartford International University

0
44

Hartford, Pedomanku.com: Semalam waktu Hartford, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menjadi narasumber tunggal di hadapan sivitas akademik Hartford International University for Religion on Pace (HIU), Hartford, Connecticut, Amerika Serikat, Sabtu, 17 Februari 2024. Selain narasumber, Imam Besar Masjid Istiqlal juga berkesampatan mengunjungi mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) yang mengikuti programa Short Caourse di Hartford International University for Religion on Pace (HIU).

Imam Nasar, panggilan Dr. Deena Grant, Dekan Akademik Program Magister dan Doktoral Interreligious Studies dan Profesor Lisa Dahill, misalnya menyapa dengan ramah Pak Nasaruddin Umar, dan mengajak ke panggung untuk tukar cinderamata dan berfoto sebelum memberikan kesempatan menjelaskan pengalaman Pak Nasar sebagai Imam Besar dan Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Istiqlal sebagai lokomotif pembangunan pola hidup toleransi semua agama-agama di Indonesia.

Saya ini dipercaya oleh pemerintah Indonesia sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar ketiga seluruh dunia, dan masjid terbesar di Asia Tenggara yang bisa memuat 200 ribu Jemaah setiap kami mengadakan ibadah besar, seperti shalat Jumat atau Idul Fitri dan Idul Adha. Saya juga sebagai Rektor di Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an, kata Nasaruddin Umar, mengawali kuliah umumnya.

Saya sudah lebih 30 tahun aktif mempromosikan pola hidup rukun antar-umat beragama di Indonesia. Saya menjadi Masjid Istiqlal, tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual tapi sebagai pusat sosial dan dialog semua agama di Indonesia. Setelah Masjid Istiqlal direnovasi total, saya membangun terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang ada di seberang kami. Itu adalah symbol kerukunan umat Islam dan Kristen, khususnya, lanjut Nasaruddin Umar.

Saya berkunjung ke Amerika ini dalam rangka membangun komunikasi dan Kerjasama dengan beberapa Universitas, terutama di Hartford ini. Saya dalam 2 tahun ini, sudah 3 kali berkunjung, Mei 2022, saya diundang oleh Pemerintah Amerika, saya bawa puluhan Imam dari beberapa masjid besar di Indonesia. Oktober 2023 dan hari ini saya berkunjung ke sini, Hartford dan Washington DC, Utah, dan Los Angeles. Saya meminta kuota ratusan mahasiswa Indonesia ke beberapa Universitas. Saya juga mengundang para profesor dan sarjana Amerika ke Indonesia. Kita galang Kerjasama di bidang Pendidikan dan riset.

Agenda Pak Nasaruddin selama 2 hari di Connecticut, selain menjadi pembicara di kampus HIU, juga akan mengunjungi pusat studi keagamaan Amerika, mengisi pengajian Komunitas Muslim Indonesia, survey Gedung yang akan dijadikan Pusat Studi, Budaya, dan Masjid Indonesia, dan jamuan makan malam oleh Dekan dan Profesor Hartford International University, kata M. Saleh Mude, mahasiswa program Ph.D di HIU yang mengaku ditugaskan oleh Pak Nasar membantu program Istiqlal di Amerika, khususnya di Hartford. (aras prabowo)

Artikulli paraprakMahasiswa Akuntansi UNUSIA Kuliah di Kelas Internasional UNJ
Artikulli tjetërUsai Berkunjung ke Kejati Sulsel, Wakil Ketua LPSK RI Temui Keluarga Almarhum Virendy
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini