Jurlan dan Waspada Urai Peran BAZNAS di Hadapan  Forum Mubaligh DDI

0
1112

Pedomanku.com: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menggelar Refreshing—penyegaran  Da’i  Zakat bagi Lembaga Dakwah Forum Muballigh- Darud Da’wah Wal Irsyad (LDFM-DDI) Kota Makassar. Refreshing berlangsung  di Hotel Remcy, Panakkukang, Kamis, 8 Pebruari 2024.

Dua pembicara masing masing Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (H.Jurlan Em Saho’as), dan Wakil Ketua III Bidang Pelaporan dan Keuangan (H.Waspada Santing) dipandu Kabag I Bidang Pengumpulan (Astin Setiawan) mengurai peran penting, serta program prioritas dari lembaga amil terpercaya dan amanah beralamat di Jlan Teduh Bersinar Nomor 5 Makassar tersebut.

Refressing  da’i ini diharapkan menjadi momen penting, dalam upaya, menerjemahkan peran  BAZNAS . Termasuk, perlunya berzakat melalui lembaga resmi, yaitu BAZNAS. Berzakat melalui lembaga resmi sangat penting.

Jurlan, maupun Waspada sama sama jurnalis kawakan di masanya itu mengakui, kegiatan refressing berorientasi pada masalah ummat dan keumatan. Lembaga dakwah ini hadir di tengah tengah masyarakat sebagai salah satu solusi dan berbagai problem masyarakat.

Di bagian lain, Waspada mengatakan, jika saja, potensi zakat di kota yang dipimpin Moh.Ramdhan Pomanto sebesar Rp1,3 triliun ini tergarap dengan baik, maka yakinilah sangat sulit ditemukan orang orang miskin.

“Saya benar benar meyakini, jika saja BAZNAS menggarap potensi zakat di Kota Makassar ini dengan baik, tentunya dapat mengangkat tarap hidup masyarakat muslim di Makassar ini. Kita bakalan jarang menemukan orang orang miskin. Karena itu, lembaga lembaga keummatan, khususnya Islam, ayo mari kita sama sama berkolaborasi mewujudnyatakan peran dalam mensosisialisasikan zakat, infak, dan sedekah dengan sebaik baiknya,” harapnya.

Pernyataan senada dikemukakan Jurlan. Jurnalis yang juga seniman ini menambahkan, masyarakat, atau para muzakki di ibukota Sulawesi Selatan ini tidak perlu khawatir, jika menyerahkan ZIS-nya ke BAZNAS Makassar. Sebab, seluruh ZIS yang diserahkan ke BAZNAS tidak disalahgunakan, melainkan disalurkan kembali ke mereka yang benar benar memerlukan.

Dalam menjalankan amanah, jelas salah satu penyair Indonesia yang berhasil masuk “Top 10” juara lomba tulis puisi dan Cerpen 2023 tingkat nasional yang diselenggarakan komunitas Literasi kita Indonesia lewat karya puisinya berjudul “Iqra atas nama Allah” ini mengaku  BAZNAS tidak  boleh main main dalam hal zakat.

Baznas mengetahui betul para mustahik seperti diisyartakan dalam 8 golongan atau asnaf. Yakni, fakir, miskin, riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya, gharim– orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya, mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas. Termasuk, fiisabilillah– pejuang agama Islam, ibnu sabil– orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh, serta amil– orang yang menyalurkan zakat.

“Para muzakki agar tidak ragu kepada BAZNAS Makassar. Sebab, tahun ini saja, Pemerintah Kota Makassar menghibahkan anggaran untuk BAZNAS Makassar sebesar Rp3 miliar. Keseluruhan hibah itu untuk operasional para pimpinan BAZNAS Makassar,” tutup Jurlan.

Seperti diketahui, BAZNAS Makassar memiliki sederet program, utamanya di bidang kesehatan, kemanusiaan, dakwah dan advokasi, serta ekonomi.

Kelima program ini, tidak boleh keluar dari delapan golongan penerima. Yakni, fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil. Dan tentunya, dalam menjalankan program kerja tahunan, wajib hukumnya  BAZNAS berpegang teguh pada tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

Aman Syar’i, yakni, pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perundang-undangan.

Sedangkan, Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan NKRI. (din pattisahusiwa-tim media baznas makassar)

Artikulli paraprakBAZNAS Makassar-Farum Muballigh DDI Teken MoU
Artikulli tjetërPertahankan Tradisi Kemitraan, DPP IMMIM – 13 Lembaga Teken MoU
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini