Kadis Perindag Makassar Serahan Revitalisasi Pasar Cenderawasi ke Perumda  Makassar

0
42

 

Makassar Makassar, Pedomanku.com:

Revitalisasi Pasar Cendrawasih di Kecamatan Mariso selesai.  Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta menyerahkan revitalisasi pasar tersebut ke Perumda Pasar Makassar dengan ditandai penandatanganan berita acara serah terima bangunan Pasar Cendrawasih (Pamos) kepada Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ichsan Abduh Hussein. Serah terima berlangsung di ruang rapat Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Kamis, 12 Oktober 2023.

Arlin mengatakan penandatanganan serah terima ini sebagai tanda bahwa revitalisasi terhadap pasar Cendrawasih yang terletak di jalan Tanjung Bunga, Kelurahan Sambungjawa, Kecamatan Mamajang itu sudah rampung.

“Alhamdulillah kami telah melaksanakan revitalisasi pasar cendrawasih. Oleh karena itu setelah pemeriksaan mutualisasi cek 100 persen dan Provisional Hand Over (PHO) dari pelaksana ke Disdag maka hari ini kami serahkan ke Perumda Pasar selaku pengelola. Untuk melaksanakan pengelolaan sebagaimana mestinya,” Ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta.

Arlin mengatakan ini merupakan legasi dari Walikota dan Wakil Walikota Makassar untuk masyarakat. Diharapkan dengan adanya pembangunan atau revitalisasi ini masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik.

“Karena ini merupakan legasi dari bapak Walikota dan Wawali untuk didedikasikan kepada masyarakat dengan menghadirkan Gedung Smart Pasar Cendrawasih,” sebut Arlin.

Untuk jadwal pengoperasiannya Arlin mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Perumda Pasar sebagai pengelola.  “Selanjutnya kami serahkan ke pihak perumda pasar sebagai pengelola. Silahkan diatur mulai dari relokasi pedagangnya hingga pembagian zonasinya, penempatannya sesuai ketentuan,” Pungkas Arlin.

Sebagaimana diketahui, Pembangunan Pasar Cendrawasih ini menelan dana APBD sebesar  Rp.11.525.811.221 dengan luas bangunan 1950 M² dan memiliki 2 lantai, termasuk basement untuk parkiran dan ruang terbuka hijau. (ozan)

Artikulli paraprakWalikota : Ketersediaan gas Melon Cukup
Artikulli tjetërIchsan Abduh Hussein Apresiasi Dinas Perdagangan Kota Makassar
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini