Kapolda Sulsel : Jika Mustahik Diperhatikan, Kelak Mereka Berzakat di BAZNAS Makassar

0
331

Makassar, Pedomanku.com:

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, S.I.K., M.H, mengajak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar memerhatikan mustahik—kaum muslimin yang membutuhkan bantuan, seperti disarikan dalam Al Qur’an, surat Al Baqarah. Salah satunya adalah, mengembangkan program pemberdayaan ekonomi mustahik dengan memperluas jaringan warung ritel saudagar Z-Mart.

Ajakan orang nomor satu di jajajarn Polda Sulsel itu disampaikan di sela sela “Jumat Curhat” TNI-Polri di Daily coffe, Jalan Nusantara, Jumat, 19 Januari pagi tadi.

“Jumat Curhat” yang mengambil tema sentral “Mendengarkan Aspirasi dan Apresiasi Masyarakat, Guna Menjaga Harkamtibmas yang Kondusif” itu digagas Kapolres Pelabuhan Makassar, AKP Yudi Priyanto dan jajarannya.

Di tengah tengah curhatan warga, salah satunya bantuan kepada mustahik, Kapolda Sulsel meminta BAZNAS Kota Makassar menghadirkan program program yang bersetuhan dengan masyarakat kecil.  Salah satu program yang perlu dikembangkan adalah penyediakan Z-Mart.

“Jika BAZNAS Makassar memberikan bantuan kepada saudara saudara kita yang membutuhkian, atau yang kurang mampu, maka dari bantuan tersbetu kita berharap ekonomi mereka dapat meningkat. Makanya, kita berharap program program BAZNAS Makassar dapat berjalan dengan baik. Termasuk beasiswa,” harapnya.

Menurutnya, jika saja bantuan yang diberikan BAZNAS Makassar dapat membantu mustahik, dan mereka berhasil, tentunya mereka juga kelak mereka akan menyerahkan zakat ke BAZNAS.

“Saya mengharapkan, BAZNAS Kota Makassar mendengar keluhan warga ini, guna mendapatkan bantuan. Jika saja, BAZNAS memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, tentunya, kelak mereka juga akan memberikan zakat ke BAZNAS,” tutur alumni SMAN 1 Makassar ini.

 

Di bagian lain Kapolda Sulsel meminta, menjelak pelaksanaan Pilres, 14 Februari mendatang masyarakat dapat melaksakan hak memilih dengan baik. Masyarakat tidak boleh terpengaruh dengan isu isu yang tidak benar.

Menjawab harapan Kapolda Suslel, Ketua BAZNAS Makassar mengawali pernyataannya dengan mengatakan bahwa, janji agama dalam berzakat benar adanya. Pertama, sejak personil muslim di Jajaran Polres  Pelabuhan menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekahnya sebesar 2,5 persen setiap bulannya ke BAZNAS Makassar, maka sejak itu pula tinhgkat kerawanan di wilayah Hukum Mapolres Perlu dipahami program pemberdayaan ekonomi mustahik ialah upaya membangun daya masyarakat dengan mendorong, memotivasi dan mengembangkan kesadaran akan potensi yang dimiliki.

Menyinggung Z-Mart seperti diharapkan Kapoldfa Suslel, serta pelaku UKM lainnya, Ashar Tamanggong mengakui, BAZNAS Makassar telah menjalankan beberapa Z-Mart di kota yang dipimpin Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto ini.

Malah, semua pelaku usaha yang berada di bawah komando BAZNAS Makassar dipantau melalui program pembimbingan, pendampingan dan pengawasan dengan strategi meningkatkan skala usaha yang mampu bersaing dengan retail modern. Tujuannya, agar bantuan yang diberikan terus bertambah dan tidak berkurang.

Di bagian lain, Ashar Tamanggong menyebutkan, beberapa tahun terakhir ini, lembaga yang dipimpinnya bersama Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan Wasapada Santing, masing masing sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, serta Wakil Ketua Bidang Pelaporan dan Keuangan, telah berkolaborasi dengan Polres Pelabuhan Makassar.

“Jadi, selama ini BAZNAS Makassar telah berkolaborasi dengan Polres Pelabuhan Makassar. Bagi BAZNAS Makassar, Polres dibawah kepemimpinan Bapak AKP Yudi Priyanto, begitu banyak berkaitan dengan melibatkan BAZNAS Makassar. Dan, kolaborasi antara Polres Pelabuhan  dengan BAZNAS itu bukan saja di daratan, melainkan hingga ke pulau pulau terluar kota Makassar,” ujarnya didampingi Kepala Pelaksana BAZNAS-H.Arifuddin, dan pelaksana—Syarifuddin Pattisahusiwa.

Menyinggung  harapan Kapolda Sulsel soal bantuan BAZNAS kepada mustahik, Ashar Tamanggong mengaku, BAZNAS Makassar telah melaksanakan amanah memberi senyum kepada mustahim. Berbagaai program BAZNAS selama ini demikian bersetuhan deegan mustahik, mulai dari bantuan bulanan, beasiswa, bantuan kesehatan,  dakwah dan advokasi, bantua modal usaha bagi pelaku UKM, dan kegiatan non keagamaan lainnya.

Salah stau kegiatan dari sekian kegiatan yang lakukan kedua  lembaga ini yaitu, pada  puncak peringatan HUT Bhayangkara ke 77 (1 Juli 1946-1 Juli 2023), Polri menggelar berbagai  rangkaian kegiatan pusat, hingga daerah.  Pada  Ahad, 19 Juni 2023 hari ini, Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Yudi Frianto S.I.K, MH  bersama Ny.Tita Yudi Frianto memimpin bakti sosial di Pulau Lanjukang, Kecamatan Kepulauan Sangkarang.

Turut mendampingi AKBP Yudi Frianto S.I.K, MH, Wakapolres Pelabuhan Makassar- Kompol Sugeng Suprijanto bersama jajarannya. Hadir pula selain Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar-H.Jurlan Em’Sahoas bersama Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Makassar—H.Arifuddin, dan staff pelaksana Syarifuddin Pattisahusiwa, juga anggota DPRD Kota Makassar Erick Horas, Sekcam Sangkarang, Lurah Barrang Caddi, dan tenaga kesehatan.

Sebelum menyerahkan bantuan berupa beras, dan sembako lainnya, AKBP Yudi Frianto S.I.K, MH mengaku, bakti sosial yang dilakukan merupakan kerjasama Polres yang dipimpinnya dengan BAZNAS Kota Makassar. Ia juga meminta warga Lanjukkang untuk menjaga keamanan,  kekompakan, dan tidak boleh melakukan hal hal yang dapat merugikan diri sendiri atau keluarga.

Termasuk, menjadikan kedekatan dengan masyarakat sebagai fokus utama, bukan hanya unjuk kekuatan. Karena kedekatan adalah kekuatan sejati, sekaligus mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Saat itu, AKBP Yudi Frianto mengemukakan, menjelang HUT Bhayangkara, pihaknya melakukan bakti sosial di sejumlah lokasi. Salah satunya di Lanjakang. Di pulau yang dihuni 23 Kepala Keluarga itu, diiserahkan sejumlah bantuan, melakukan vaksinasi gratis, dan kegiatan hiburan lainnya.

Usai menyerahkan bantuan, AKBP Yudi bersama Ketua Bhayangkara Cabang Polres Pelabuhan Makassar dan rombongan mengunjungi Safaruddin (60-an tahun). Warga Majene yang tinggal di gubuk bersama Endong-istrinya—di samping rumah Kurnia–anak perempuannya,  sudah 10 tahunan.

Yudi Frianto menjelaskan, bakti sosial yang dilakukan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-77 Tahun 2023 Polres Pelabuhan Makassar “Polri Prosisi untuk Negeri Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju” Tema tersebut menjadikan HUT ke-77 Bhayangkara sebagai momentum untuk kembali meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, dengan cara mendekatkan diri dengan masyarakat.

Kolaborasi BAZNAS Makassar-Polres Pelabuhan Makassar lainnya pada Sabtu-Ahad (2-3) Juli 2022 menggelar kegiatan penyaluran sembako bagi 46 petugas kebersihan, bantuan keluarga prasejahtera sebanyak 30 orang, dan khitan massal sebanyak 50 orang, serta penyuluhan kesehatan di Pulau Barang Lompo. Sebelumnya juga, akhir September 2021 juga menggelar kegiatan sosialisasi di Pulau Barang Caddi.

Pernah juga melakukan sosialisasi Undang Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat di Masjid  Nurul Yaqien Baranglompo.  Pada Ahad 19 Juni 2022 bersama Polres Pelabuhan Makassar menggelar bakti sosial di Pulau Lanjukkang.

ATM—sapaan akrab Ashar Tamangogng menambahkan, dalam menjalankan program kerja tahunan, wajib hukumnya  BAZNAS berpegang teguh pada tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

Aman Syar’i, yakni, pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perundang-undangan.

Sedangkan, Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Din Pattisahusiwa-Tim Media BAZNAS Kota Makassar)

Artikulli paraprak1.195 Calhaj Makassar Bakal Serahkan Infak ke BAZNAS Makassar
Artikulli tjetërBupati Maros Raih Doktor Ilmu Hukum Sangat Memuaskan di UMI Makassar
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini