Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

Presiden Amerika Serikat Donald Trump benar-benar melaksanakan janjinya untuk membatasi jumlah imigran yang masuk ke AS. Pekan ini Trump kembali mengeluarkan kebijakan kontroversial yang dinilai sangat diskriminatif. Ia melarang pendatang dari 7 negara; Iran, Irak, Suriah, Yaman, Somalia, Sudan, dan Libya untuk masuk ke wilayah AS selama 90 hari ke depan dengan alasan apapun.

Buntut dari keputusan Trump ini cukup serius. Oleh warga Amerika Serikat sendiri, Presiden Trump dihujat habis-habisan. Mereka langsung turun ke jalan menuntut agar kebijakan itu segera dicabut. Mereka mengklaim kebijakan itu tidak sesuai dengan konstitusi Amerika Serikat yang diklaim selalu terbuka pada pendatang, baik para imigran pengungsi maupun mereka yang kebetulan memiliki kepentingan bisnis dan kegiatan lainnya di AS.

Iran bahkan lebih reaksioner. Negara timur tengah yang memang tak memiliki hubungan baik dengan Amerika Serikat itu melakukan aksi balasan dengan melarang warga AS untuk datang ke Iran dengan alasan apapun.

Beragam protes dan aksi boikot mulai menyebar di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Hal ini memunculkan efek lain khususnya pada bidang ekonomi dan perdagangan. Tak heran bila para Big Boss alias pimpinan eksekutif perusahaan-perusahaan besar mulai angkat bicara.

Mark Zuckerburg – CEO Facebook

Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

CEO dan pendiri Facebook ini mencurahkan pendapatnya pada akun resmi miliknya. Kata Zuckerburg, Trump boleh saja melakukan kebijakan ini atas dasar keinginan melindungi warga AS dari ancaman terorisme namun Trump juga harus menyadari implikasi keputusannya bagi jutaan warga AS yang adalah imigran seperti halnya Zuckerburg dan sang istri, Priscilla.

Zuckerbug lahir dari keluarga imigran dengan darah Jerman, Austria, dan Polandia. Sementara sang istri lahir dari keluarga imigran Cina dan Vietnam. Mereka tak akan pernah ada di AS jika negara itu tak membiarkan leluhur mereka datang dan tinggal di AS. Zuckerburg meminta Trump memberikan tempat bagi para imigran yang membutuhkan tempat perlindungan khususnya para pengungsi.

“Kita harus tetap terbuka bagi para pengungsi dan siapapun yang membutuhkan bantuan. Sebab untuk itulah kita semua ada. Jika dulu Amerika menolak para imigran, aku dan Priscilla tak akan pernah ada di sini.” – Mark Zuckerburg

Tim Cook – CEO Apple

Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

CEO Apple, salah satu perusahaan teknologi digital AS juga berpendapat yang sama. Pasca Donald Trump mengeluarkan keputusan soal imigran, Tim Cook mengirimkan email pada seluruh karyawannya yang menjelaskan bahwa Apple tidak pernah mendukung kebijakan ini.

Dia juga menegaskan bahwa Apple tetap terbuka untuk semua pendatang dan imigran tak peduli dari mana asal mereka dan bahasa apa yang mereka pakai.

“Ini bukanlah kebijakan negara yang kami dukung.” – Tim Cook

Sundar Pichai – CEO Google

Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

CEO Google ini sedari awal sudah menunjukkan ketidaksetujuannya dengan kebijakan Donald Trump. Pichai langsung memanggil semua karyawannya yang kemungkinan bakal terkena imbas dari kebijakan itu.

Sekitar 187 karyawan Google dari seluruh dunia diminta untuk segera kembali ke Amerika Serikat secepat mungkin. Pichai mengatakan akan membicarakan masalah ini kepada para pejabat negara di Washington.

“Kebijakan seperti ini hanya akan menutup orang-orang dengan bakat besar masuk ke Amerika dan membangun negara ini.” – Sundar Pichai

Elon Musk – CEO Tesla (SpaceX)

Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

CEO Tesla dan pendiri SpaceX itu menentang kebijakan Trump. Padahal Musk adalah salah satu dari penasihat ekonomi di kabinet Trump. Di akun resmi twitternya, Musk mengatakan akan segera berbicara dengan Trump mengenai pengaruh kebijakan ini bagi warga AS, khususnya mereka yang tidak layak diperlakukan demikian.

“Melarang warga dari negara-negara muslim untuk masuk ke Amerika Serikat bukanlah cara terbaik untuk mengatasi permasalahan (keamanan) di dalam negeri.” – Elon Musk

Howard Schultz – CEO Starbucks

Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara

CEO Starbucks menegaskan bahwa perusahaan yang dipimpinnya akan merekrut sebanyak mungkin pengungsi sebagai pegawai meskipun ada kebijakan kontroversi dari Donald Trump.

Schultz pun membuat daftar beberapa tindakan yang akan dilakukan Starbucks untuk memperkuat kembali keyakinan terhadap seluruh mitra Starbucks di seluruh dunia. Salah satu rencana yang akan dilakukan Schultz adalah proposal perekrutan pengungsi.

“Kita hidup dalam masa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami ada di bisnis ini untuk menginspirasi dan mendukung semangat insani, satu orang, satu cangkir, dan satu lingkungan dalam satu waktu. Ini tidak akan berubah, saya jamin itu.” – Howard Schultz

Nah gmn menurut agan dengan kebijakan ini? sangat tidak menguntungkan bukan? Semoga artikel ini menambah wawasan kita. Salam Pedoman

Sumber : liputan

Image : Google Images

Tinggalkan Komentar.

Fashion Gaya Hidup Sejarah Umum
Rahasia dalam Kabin Pesawat
Ini Rahasia dalam Kabin Pesawat yang Jarang Diketahui
Mengenal 9 Kebun Binatang Terbesar di Indonesia.
Mengenal 9 Kebun Binatang Terbesar di Indonesia.
Hewan-hewan yang Berhasil Diselamatkan dari Kepunahan.
Hewan-hewan yang Berhasil Diselamatkan dari Kepunahan.
11 Film Yang Paling Banyak Ditunggu Para Movie Mania
11 Film Yang Paling Banyak Ditunggu di Tahun 2017
7 Inovasi Bisnis yang Memanjakan Perempuan
7 Inovasi Bisnis yang Memanjakan Perempuan
5 Produk Hasil Mutasi Genetika
5 Produk Hasil Mutasi Genetika yang Unik di Dunia
Oymyakon desa terdingin
Oymyakon, Desa terdingin di bumi, suhunya pernah sampai -71,2 °C
cara aman atasi kelilipan
Cara Aman Atasi Mata Kelilipan
Stroke Thumbnail
10 Mitos Terkait Penyakit Stroke yang Banyak Orang Salah Paham.
Depresi thumbnail
6 Kebiasaan Penyebab Depresi, Sering Dilakukan Jarang Disadari
Tenaga Kerja Asing Cina
Perlu ga sih tenaga kerja asing di Indonesia dibatasi?
Cara Tetap Kuat Mencintai Seseorang Dalam Diam
Cara Tetap Kuat Mencintai Seseorang Dalam Diam
7 Perempuan Tercantik di Tiap-tiap Negara Berdasarkan Miss Universe
7 Perempuan Tercantik di Tiap-tiap Negara Berdasarkan Miss Universe
5 Cara Sehat Move On dari Mantan Tanpa Siksaan
5 Cara Sehat Move On dari Mantan Tanpa Siksaan
5 Pelajaran Cinta dari Obama pada Michelle yang Wajib Kamu Ketahui
5 Pelajaran Cinta dari Obama pada Michelle yang Wajib Kamu Ketahui
Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara
Kebijakan Diskriminatif Trump : Para Pendiri Perusahaan Teknologi Besar Berbicara
4 Imigran Pemimpin Raksasa Teknologi
4 Imigran Pemimpin Raksasa Teknologi
Penghasilan Utama Google
Sudah Tau Sumber Penghasilan Utama Google belum?
14 Prediksi Bill Gates Tahun 1999 Yang Akurat Terjadi Hingga 2017.
14 Prediksi Bill Gates Tahun 1999 Yang Akurat Terjadi Hingga 2017.
Logo Hoax HMBTN
Sudah tau HOAX Harvest Moon Back To Nature belum?