Dihadapan Peserta PKA, Kepala BPSDM Bahas Kemiskinan dan Stunting

0
92

Makassar, Pedomanku.com: Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Sugeng Haryono mengungkapkan, pemerintah saat ini terus memaksimalkan program pengentasan kemiskinan di berbagai daerah.
Selain itu, Kepala BPSDM Kemendagri juga membeberkan masalah stunting saat berbicara dihadapan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VI Tahun 2023 di Kantor PPSDM Regional Makassar, Jumat (22/9/2023).
Sugeng mengungkapkan, untuk menuju Indonesia Emas 2045 maka ada 8 agenda prioritas, 17 arah pembangunan dan 45 Indikator Kinerja.
Untuk memenuhi hal tersebut, lanjut Sugeng maka tiga persyaratan yang harus disikapi, yakni stabilitas nasional yang mantap, kesinambungan dan keberlanjutan serta tersedia SDM berkualitas.


Ditambahkan, pencapaian impian dan visi Indonesia 2045 dibangun 4 pilar berdasarkan pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar berbangsa, bernegara dan berkonstitusi.
Keempat pilar visi Indonesia 2045, antaralain, pembangunan manusia serta penguasaan iptek, pembangunan ekonomi berkelanjutan dan pemerataan pembangun.
Dalam kesempatan tersebut, Sugeng Haryono Kepala BPSDM Kemendagri mengutarakan tantangan yang dihadapai bangsa Indonesia, yakni kemiskinan eksrim, stunting dan investasi.
“Kita harus kerja ekstra mengatasi kemiskinan ekstrim dan masalah stunting. Semoga para peserta PKA dapat membantu pemerintah mengatasi permasalahan tersebut,” ujar.
Sugeng juga tidak menginginkan peserta menjadi bos yang hanya dilayani dan mengintimadasi, tapi dia harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Disinggung tentang role plane ( permainan) yang diterapkan PPSDM Regional Makassar bagi peserta PKA, Sugeng menyambut baik dan berharap permainan peran dalam pembentukan pemerintahan terus ditingkatkan guna memberikan pemahaman kepada peserta dalam sebuah pemerintahan.
PKA Angkatan VI Tahun 2023 ini diikuti 36 orang dari Pemda Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Kolaka Utara, Luwu Utara, Sidrap, Singkawang dan Polman Sulbar.
Sebelumnya, PPSDM Kemendagri Regional Makassar melakukan visitasi peserta PKA Angkatan V di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulsel.
Peserta PKA Angkatan V yang mengikuti Visitasi di BI Perwakilan Sulsel, Rabu (20/9/2023) di ikuti 30 orang peserta dari berbagai daerah, antara lain, Raja Ampat, Bima, Fakfak, Kaimana, Halmahera Barat, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Kolaka Timur. (darwis-r)

Artikulli paraprakKadis Pendidikan Kota Makassar Dampingi Tim Verifikator Kota Sehat Nasional
Artikulli tjetërPengusaha Penuhi Tuntutan, Mak-mak Hentikan Aksi di Bontote’ne
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini