Ketua DPRD Makassar Tangkal Pernyataan Pemerhati Media

0
208
Suasana diskusi

Makassar, Pedomanku,com:

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Rudianto Lallo menangkal pernyataan Sukriansyah S Latief. Pasalnya, pemerhati media itu khawatir pers tidak menjalankan fungsi kontrol di lembaga wakil rakyat tersebut.

Rudianto Lallo mengemukakan, dengan cara apapun, dewan, atau pemerintah tidak serta merta ‘membungkam’ fungsi pers sebagai pilar keempat, setelah eksekutif, yudikatif, dan legislatif.

Menurutnya, dewan tidak sekadar membutuhkan pers mewartakan agenda agenda besar kedewanan, agar diketahui masyarakat. Dewan juga, tidak saja memberi ruang kepada insan insan pers menyampaikan keluh kesah masyarakat kepada lembaga wakil rakyat yang diketuainya, melainkan membutuhkan kritikan kritikan, baik pedas, maupun kritik biasa.

“Kesemuanya ini demi perbaikan,” tegas legislator asal partai besutan tokoh nasional Surya Paloh, Nasdem tersebut pada diskusi bertemakan “Sinergitas Media-Legislatif” di Hotel Claro, Senin, 20 Pebruari 2023 pagi.

Diskusi yang dipandu Andi Mangara itu menghadirkan Rudianto Lallo, Walikota Makassar diwakili Plt Kadis Kominfo Kota Makassar (Ismawaty Nur,ST.M.Sc.Ph.D, serta pemerhati media (Sukriansyah S Latief) sebagai pembicara.

Legislator Daerah pemilihan II Makassar (Kepulauan Sangkarang, Bontoala, Ujung Tanah, dan Wajo) yang mendapat giliran pertama itu menambahkan, perkembangan era digitalisasi saat ini cukup pesat. Percepatan dan ketepatan inilah, setidaknya dimanfaatkan maksimal para legislator di Kota Daeng ini.

Alasannya, tidak lain karena, anggota dewan melekat dalam dirinya berbagai kegiatan. Misalnya, sosialisasi peraturan daerah, Reses, konsultasi publik, serta kunjungan daerah pemilihan.

“Jadi setidaknya, setiap tahun, anggota dewan bisa bertemu dengan 4000 orang. Pertemuan tersebut berlangsung setiap tahun, maka bisa menjadi peluang menduduki kembali kursi DPRD Makassar berikutnya,” tutur sarjana hukum kelahiran Ujungpandang, 4 Juni 1982 ini.

Sementara Uky—sapaan Sukriansyah S Latief yang mendapat kesempatan ketiga setelah Ismawaty Nur mengharapkan, sinergitas yang dimaksud dalam tema diskusi yang juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Makassar, Sekretaris Dewan (Sekwan) H,Dahyal,S.Sos,M.Si, sejumlah kepala dinas, serta pelaku pers di kota yang dipimpin Moh Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi ini tidak kemudian menghentikan peran sosial kontrolnya.

“Bagi saya, yang dimaksud dengan sinergitas dalam diskusi ini menempatkan pers selevel dengan tiga pilar lainnya. Di sini, pers memiliki peran mengontrol,” urai jurnalis salah satu harian di kota ini. (din pattisahusiwa)

 

 

Artikulli paraprakBAZNAS Makassar Turunkan Tim Moniv UMKM
Artikulli tjetërGANAS ANNAS-LP Perempuan Bolangi Teken MoU
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini