Ketua MUI Pangkep Lantik Hamzah sebagai Ketua GANAS ANNAR

0
86

 

Pangkep, Pedomanku.com: Penyalahgunaan narkoba telah menyasar masyarakat kelas ekonomi lemah. Malah, para pengedar narkoba  tidak pernah berhenti berinprovisasi, merancang cara baru dalam  upaya memengaruhi  calon korbannya.  Termasuk mengatur strategi mengelabui aparat  penegak hukum.

Penyalahgunaan narkotika di Indonesia, dan khususnya di Sulsel sangat masif, dan memprihatikan. Di Sulsel menurut laporan polisi dari Januari hingga November 2022, terdapat 1876 kasus. Tersangka yang diamankan 2539 orang. Tidak kalah pentingnya barang bukti yang disita jenis sabu sebanyak 67 kilogram, ganja 16 kilogram, .ekstasi 3907 butir, tembakau sintetis 1 kilogram, dan lainnya.

Di sisi lain, Islam hadir untuk menjaga lima hal utama, atau Maqashid Syariah. Yakni, menjaga agama,  menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga kehormatan, serta menjaga harta. Memelihara akal, merupakan karunia sang ilahi. Dan, hanya manusia sajalah yang dianugrahi akal. Dari akal ini pula,  dapat memebdakan antara manusia dnegan makhluk lainnya.

Dalam memelihara akal,Allah telah membolehkan semua hal yang dapat menjamin keselamatan akal, dan mengharapkan apa saja yang menyakiti dan memperlemah kekuatannya. Khamar (narkoba) misalnya. Jika ini tidak diindahkan, maka hilangnya eksistensi akal sebagai alat berfikir.

Makanya, diharapkan para tokoh agama, Islam, maupun agama lainnya sama sama meluangkan waktu menyeru kepada ummat agar menghindari narkoba. Para tokoh agama dapat meluangkan sedikit waktu, atau menyisihkan pesan pesan agama agar anak anak kita menjauhi narkoba. Jika ini serentak dilakukan, tentunya ada perubahan.

Dan, salah satu masalah besar yang mengancam generasi muda adalah, bahaya penyalahgunaan narkotika. Karenanya perlu pelibatan seluruh komponen ummat mengambil langkah menyelamatkan generasi muda.

Untuk maksud  tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pangkep,LH.Abubakar Sapa,M.Sc melantik H.Hamzah,S.Ag,M.Pd sebagai Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas-Annar) MUI Pangkep, Sabtu, 28 Oktober 2023.

Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Pangkep itu dihadiri di antaranya, Ketua Ganas Annar MUI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr.H, Waspada Santing,M.Sos.I, M.H.I, sekaligus didaulat membedah buku ‘La Tulku Aidikum Ila Tahlukat’.

Dr. Waspada Santing, M.Sos.I., M.H.I dalam sabutannya mengatakan, pelantikan H.Hamzah sebagai Ketua Ganas Annar Pangkep bertepatan dnegan momen yang menyejarah. Pasalnya, bertepatan dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023.

“Semoga menjadi penyemangat dan peneguhan komitmen pengurus Ganas Annar MUI Pangkep untuk mengawal, mencegah, sekaligus membina generasi muda serta maayarakat lainnya di Pangkep agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dlm berbagai bentuknya,” harapnya.

Pelantikan kepengurusan Ganas Annar Pangkep periode 2023-2028 tersebut dirangkaikan penyampaian materi  Dampak Keshetan Bagi Pengguna Narkoba oleh Hj.Herlina,S.Si.Apt,M.Kes (Kadis Kesehatan Kab.Pangkep). Narkoba sebagai Ekstra Ordinary Craim oleh  AKBP Ari Kartika Bhakri,SIK,MKP (Kapolres Pangkep), serta Narkoba dalam Pandangan Islam oleh KH.Abubakar Sapa,S.Sc (Ketua MUI Pangkep).

Disaat bersamaan, juga dibedah buku  ‘La Tulku Aidikum Ila Tahlukat’– ikhtiar menyelamatkan ummat dari penyalahgunaan Narkoba. Tampil sebagai pembanding dalam buku  yang dieditori wartawan kawakan, Dr.H.Waspada Santing,M.Sos.I,M.H.I  itu  H.Muh.Nur Halik,S.Sos,MA (Kakan Kemenag Pangkep), Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, Hj. Herlina, Kasat Serse Narkoka Polres Pangkep, serta Ketua MUI Pangkep.

Waspada Santing memaparkan latar belakang gagasan penulisan buku tersebut, yakni,  guna memenuhi keterbatasan bahan bacaan/referensi untuk ceramah ceramah tentang Narkoba yang memang masih sangat terbatas. “Semoga kehadiran buku ini bisa menjadi pelengkap bahan bahan  ceramah,” ujarnya.

Buku La Tulqu Aidikum Ila Tahlukat ini diharapkan menjadi literasi yang sejuk, sehingga pembacanya dapat memetik hikmah, sekaligus membangun kesadaran, agar menjauhkan diri dan keluarga dari penyalahgunaan Narkoba.

Buku setebal 116 halaman ini penting. Mengapa? Tidak lain lantarannarkotika saat ini merupakan permasalahan dunia, termasuk Indonesia. Tentunya ini sangat menakutkan dan membahayakan. Dampak buruk penggunaan narkoba juga telah menyentuh hampir di seluruh lapisan masyarakat, di semua golongan. Bahkan perkembangannya sudah merambat ke segala tempat. Di sekolah sekolah baik SD, SMP, SMA, maupun perguruan tinggi.

“Kalau kondisi ini berlanjut, akibatnya merusak kualitas generasi muda. Yang berarti akan merusak bangsa.Untuk menekan semakin  maraknya penyalahgunaan  narkotika, pemerintah telah menumpuh berbagai upaya dan memberikan efek jera, melalui proses hukum. Melalui rehabilitasi sosial, misalnya,” jelas Waspada Santing.

Wakil Ketua III Bidang Pelaporan dan Keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar ini menambahkan, kehadiran buku ber-ISBN : 978-602-5555-19-0 ini dapat dipedomani, sekaligus menjadi pegangan bukan saja generasi muda, melainkan orang tua. Semoga pula, buku ini menjadi inspirator, dan menggugah kesadaran masyarakat menekan narkotika. (Din Pattisahusiwa-Humas Ganas Annar Provinsi Sulawesi Selatan)

Artikulli paraprakBAZNAS MAKASSAR,MAULID SEKALIGUS BANTU GURU MENGAJI DAN PEMANDI JENAZAH
Artikulli tjetërSambut HUT ke-416 Makassar, Kadis Perdagangan Komitmen Dukung UMKM
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini