Lagi, BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung

0
201
Penerima bantuan di Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala. (foto:Nyong)

Makassar, Pedomanku.com:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, menyerahkan lagi bantuan untuk korban puting beliung. Bantuan berupa uang tunai tersebut berlangsung di Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, dan Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, Rabu, 18 Januari, siang hari ini.
Kepala Layanan Aktip BAZNAS (LAB) Kota Makassar, H.Arifuddin memimpin penyerahan bantuan bersama dua staff BAZNAS, Mudassir dan Syarifuddin Pattisahusiwa itu diterima langsung korban puting beliung. Setiap penerima yang terdata menerima Rp400.000.
Kepada penerima bantuan, H.Arifuddin mengharapkan, penerima memanfaatkan bantuan yang diberikan lembaga pemerintah nonstruktural yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5, Kecamatan Rapoccini tersebut dengan baik.
“Sekalipun kecil, namun BAZNAS Kota Makassar mengharapkan, para korban menggunakan dana tersebut sesuai peruntukannya. Memang, bantuan ini nilainnya kecil, dibandingkan kerusakan akibat ganasnya puting beliung tersebut. Jika ada warga yang bertanya mengapa kecil, itu karena dana BAZNAS terbatas, dan jumlah kepala keluarga yang diberikan bantuan banyak,” tuturnya.
Menyinggung asal dana, H.Arifuddin mengaku, berasal dari para Muzakki , atau orang orang muslim yang menyerahkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada BAZNAS Kota Makassar. Di antaranya jajaran Pemerintah Kota Makasar yang ASN muslimnya menyerahkan ZIS 2,5 persennya. Termasuk para karyawan BUMD dan Perusda, serta Jajaran Polres pelabuhan Makassar.
“Jadi ZIS yang diserahkan para ASN muslim di Makassar inilah, kemudian oleh BAZNAS menyerahkan kembali sekaligus berdoa kepada orang yang benar benar membutuhkan. Untuk diketahui, BAZNAS sangat teliti dan lebih berhati hati, dan harustepat sasaran dalam penyerahan bantuan,” tutupnya.
Seperti diketahui, bantuan serupa juga diserahkan Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong, Selasa, 17 Januari 2023. Penyerahan bantuan yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-22 tahun BAZNAS, Selasa, 17 Januari itu berlangsung di Kantor Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo.
Dihadiri Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar (FKKM), dokter Udin Shaputra Malik, serta Lurah Buloa. Sementara dari BAZNAS Kota Makassar hadir pula Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Ahmad Taslim). (din pattisahusiwa)

Artikulli paraprakPKUMI Resmi Buka Pendaftaran LoA Untuk Bebas TBS LPDP
Artikulli tjetërBAZNAS Makassar Bantu Korban Kebakaran di Jalan Nuri
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini