Mahasiswa Papua Deklarasi Pemilu Damai Di Hadapan Kapolrestabes dan Camat Biringkanaya

0
20

Makassar, Pedomanku.com:  Dalam ajaran agama mengajarkan bahwa, silaturahmi memiliki nilai yang sangat penting dalam kehidupan sosial. Tidak hanya sebagai cara untuk mempererat tali persaudaraan, silaturahmi bukan hanya tentang hubungan keluarga, tapi juga tentang bagaimana menjaga hubungan baik dengan semua orang, termasuk teman, tetangga, dan masyarakat.

Salah satunya seperti silaturahmi yang dilakukan antara Kapolrestabes Makassar mahasiswa Kombes Pol DR. Mokhamad Ngajib, SIK, MH, bersama Mahasiswa Papua Makassar. Silaturahmi yang dikemas dalam deklarasi Pemilu damai yang berlangsung  di Perumahan BPH2 Lanraki  Lorong Dahlia 6 Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanaya , Juliaman S. Sos, Selasa 23 Januari 2024.

Baik Kapolrestabes Makassar, maupun Camat Biringkanaya sama sama mengharapkan, seluruh lapisan dan elemen masyarakat, termasuk mahasiswa perantauan di Makassar, dapat menjalankan amanah orang tua di kampung halaman.

Sekaitan pelaksanan Pemilu serentak, baik Pilpres, maupun Pemilu Legsialtif, 14 Pebruari 2024 nanti  baik Kapolrestasbes Makassar, maupun Camat Biringkanaya sama sama mengharapkan mahasiswa, misalnya berasal dari Papua yang menuntut ilmu di Kota Makassar tetap menjaga kedamaian dan keterentramaan.

“Tentunya, deklarasi Pemilu damai merupakan momen  yang penting. Tujuannya, untuk  menyatukan komitmen bersama dan menyatukan persepsi bersama sehingga  tidak timbul kesalah pahaman di lapangan,” tutur Camat Biringkanaya.

Deklarasi ini, tentunya untuk menyatukan komitmen dan menyatukan persepsi bersama, agar informasi dan pesan-pesan tentang penyelenggaraan Pemilu bisa sampai dan diserap oleh semua warga.

Mahasiswa Papua yang mengikuti deklarasi itu mengaku berasal dari Maraoke, Mapi, Asmat , Meraoke, Biak , serta Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Aru (PMKKA ). (ozan)

Artikulli paraprakCamat Biringkanaya : Deklarasi Pemilu Damai Momen Penting
Artikulli tjetërBAZNAS Makassar Bantu Lebih Rp1 Miliar ke 1000 anak SD-SMP
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini