Masjid Istiqlal – Kampus Ternama di Amerika Serikat Jajaki Kerjasama

0
47

Jakarta, Pedomanku.com: Amerika Serikat- Salah satu misi utama kunjungan dinas Prof. Nasaruddin Umar ke Amerika selama Januari hingga Februari 2024 ini adalah mencari relasi dari berbagai universitas dan pusat studi dan dialog keagamaan di Amerika, terutama di New York, Washington DC, Virginia, Connecticut, dan Los Angeles, California.

“Saya ke sini untuk melobi dan memastikan beberapa universitas dan pusat dialog keagamaan yang dapat menerima mahasiswa dan sarjana, pengajar dan peneliti dari Indonesia. Saya sangat bersemangat untuk membawa ratusan mahasiswa dan pengajar, juga peneliti untuk studi dan penelitian atau belajar Bahasa Inggris, dan melihat dari dekat kota-kota dan perpustakaan di Amerika, selain Timur Tengah, seperti Mesir dan Maroko” kata Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A Imam besar Masjid Istiqlal.

Usaha untuk mewujudkan kerjasama dengan berbagai kampus di Amerika Serikat dalam Programa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), Prof. Nasar membawa cinderamata, seperti Songkok Pamiring (Sonkok Khas Budaya Bugis), Sarung, dan Pici Hitam untuk ditukar dan diberikan kepada, misalnya Profesor DAvid Grafton dan Dr. Deena Grant, Direktur Program dan Dekan di kampus saya, Hartford International University, Minggu, 18/2/2024.

Selain itu, Prof. Nasaruddin Umar dan mahasiswa PKUMI menghadiri dan mengisi kuliah Islam (tausiyah) di hadapan komunitas Muslim Indonesia Connecticut, Amerika Serikat. Acara dipandu oleh M. Saleh Mude, sebelum mendaulat Prof. Nasar bicara dalam Bahasa Inggris dan Arab, Pak Tjatur Sapto dan Ibu Yuningtyas diberikan kesempatan untuk menyampaikan beberapa kata.

Pak Tjatur berterima kasih kepada tamu-tamu yang datang, memenuhi dua ruangan rumahnya, dan merasa beruntung karena Prof. Nasar bisa hadir mengisi kuliah Islam. Sementara Ibu Yuningtyas memohon doa dan dukungan kepada Prof. Nasar agar dalam menjalankan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan silaturahmi selalu diberikan kemudahan oleh Allah.

Prof. Nasar mengisi pengajian dengan berbagi pengalaman sebagai mantan Wakil Menteri Agama, dan kini sebagai Imam Besar dan Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Istiqlal di Indonesia. “Sebelum komunitas Indonesia meninggalkan rumah Pak Tjatur, kami berfoto bersama di hadapan rumahnya dan 2 mahasiswa PKUMI yakni, M. Labib Syauki dan M. Abdul Aziz mendapat kado, ungkapan terima kasih dari Ibu-Ibu Kelompok Pengajian karena beberapa kali mengisi kuliah Islam di pengajian-pengajian sebelumnya,” tutupnya. (aras prabowo)

Artikulli paraprakBAZNAS Makassar Dauroh Bagi Muallaf
Artikulli tjetërMasjid Istiqlal Kirim 13 Mahasiswa PKUMI Short Course ke University California Riverside
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini