Minggu Terakhir Masa Kampanye, Caleg PSI James Wehantouw Gencarkan Blusukan Bagikan Kalender dan Kaos

0
111

Makassar, Pedomanku.com: Memasuki minggu terakhir masa kampanye pada tahapan Pemilu 2024, Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Makassar yang diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bertarung di Dapil 3 Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya dengan nomor urut 2, James Leonard Alanus Wehantouw terus gencar melakukan kegiatan blusukan ke rumah-rumah warga.

Pemantauan media ini pada Minggu (04/02/2024) mulai pagi hingga sore, James Wehantouw bersama tim pemenangannya yang dipimpin oleh Rachmat (Wakil Ketua Tim) bergerak berjalan kaki menyusuri jalan-jalan sempit hingga lorong-lorong perkampungan warga di beberapa kelurahan dalam wilayah Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya.

Secara ‘door to door’ sang calon wakil rakyat bersama personel tim pemenangannya menyapa masyarakat yang ditemui di rumah mereka ataupun sedang berkumpul di tepi jalan, kemudian membagikan souvenir berupa kalender tahun 2024 bergambar foto James Wehantouw dan Kaesang Pangarep (Ketua Umum PSI dan putra bungsu Presiden RU Joko Widodo).

Selain kalender tahun 2024, caleg berlatar belakang wartawan senior ini membagikan pula baju kaos warna putih berlogo PSI serta foto Kaesang Pangarep dan Joko Widodo. Baju kaos yang dikemas plastik, didalamnya terselip kartu nama James Wehantouw dan Muhammad Surya (Ketua DPW PSI Sulsel yang juga Caleg DPR RI, Nomor Urut 1, Dapil Sulsel 1 meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Kepulauan Selayar).

Di setiap perkampungan warga yang disambangi Kabid Media DPD PSI Kota Makassar dan timnya ini, masyarakat senantiasa menyambut dengan penuh sukacita dan menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan. Bahkan James didampingi Rachmat tak sungkan-sungkan melayani sejumlah warga yang ingin menyampaikan harapan-harapan mereka kedepannya.

Wakil Ketua Tim Sahabat James, Rachmat yang akrab disapa Abang kepada media ini menyampaikan, personel tim yang turun bergerak ke rumah-rumah warga terbagi dalam dua kelompok dengan area kerja terpisah dan tugas yang berbeda pula. Satu kelompok bertugas membagikan kalender dan baju kaos di perkampungan penduduk tergolong kurang mampu, dan kelompok satunya lagi membagikan brosur dan kartu nama dengan menyasar kawasan perumahan yang dihuni masyarakat golongan menengah keatas.

“Karena hari ini tanggal merah atau hari libur, maka personel tim kami bagi dalam 2 kelompok dengan wilayah tugas berbeda. Ada yang menyebar membagikan souvenir di perkampungan masyarakat tergolong kurang mampu. Ada pula yang membagikan brosur biografi dengan menyusuri kompleks perumahan yang dihuni warga golongan menengah keatas,” jelasnya.

Rachmat menambahkan, aksi blusukan dan bagi-bagi souvenir hingga penyebaran brosur biografi James Wehantouw ini sudah dilakukan pihaknya sejak masa kampanye dimulai pada akhir November 2023. Kegiatan tersebut masih akan terus dilaksanakan di sejumlah pemukiman warga dalam wilayah Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya sampai berakhirnya masa kampanye pada Sabtu 10 Februari 2024.

“Sederet kegiatan kemasyarakatan telah kami laksanakan dengan tujuan lebih memperkenalkan sosok diri dari caleg usungan partai berlambang gambar tangan memegang bunga mawar ini. Bahkan, sekitar awal September hingga Oktober 2024 saat musim kemarau panjang yang berdampak krisis air bersih melanda beberapa wilayah di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya, tim kami juga gencar membagikan gratis air bersih PDAM persembahan James Wehantouw dan Muhammad Surya kepada masyarakat terdampak pada beberapa titik di wilayah Kelurahan Bira (Tamalanrea) dan Kelurahan Untia (Biringkanaya),” tandasnya. (*)

Artikulli paraprakTarget Rp43 Miliar, BAZNAS Makassar Gandeng UPZ Masjid
Artikulli tjetërBupati Maros Chaidir Syam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Pemilu 2024
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini