Pelaku Usaha Ikuri Sosialisasi UTTP yang digelar Dinas Perdagangan Kota Makassar

0
70

 

Makassar, Pedomanku.com:

Para pelaku usaha yang memiliki alat ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP), di antaranya pedagang daging, buah, emas dan pelaku usaha SPBU serta beberapa konsumen, Senin pekan lalu (25 september) 2023 mengikuti Sosialisasi Pengawasan dan Penyuluhan Metrologi Legal 2023 di hotel D’Maleo Jalan Pelita kota Makassar. Kegiatan ini digelar Dinas Perdagangan Kota Makassar.

Kepala Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Disdag Makassar Wahyudin Ali Ahmad mengemukakan, kegiatan yang bertujuan mamberikan pemahaman kepada pelaku usaha agar memperhatikan penggunaan alat ukur takar timbang dalam menjalankan usahanya, khususnya penyesuaian kalibrasi (tera/tera ulang) alat ukur tersebut menampilkan narasumber yakni, Tim Ahli Wali Kota Makassar Prof. dr. Anwar Ramli, Kepala UPT Metrologi Legal Disdag Makassar Jamaluddin Sos, MM dan Assidiq Muliadin dari Balai Standarisasi Metrologi Legal (BSML) Regional IV Sulsel.

Wahyudin Ali Ahmad menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman kepada peserta dalam hal ini pelaku usaha mengenai pentingnya penggunaan alat ukur yang sesuai dan layak digunakan pelaku usaha.

“Sosialisasi ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi sehingga hak hak konsumen terlindungi ketika melakukan transaksi. Jadi setiap alat ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP) yang telah melalui proses diuji tera akan diberikan segel sebagai penanda bahwa alat tersebut layak untuk digunakan di pasaran. Sehingga masyarakat mengetahui mana alat ukur yang sesuai timbangannya.” tambahnya.

Menurutnya, dalam waktu dekat akan menjalin komunikasi dengan Perumda Pasar Makassar membahas penggunaan alat ukur takar timbang yang diperbolehkan untuk digunakan di pasar pasar. (ozan)

Artikulli paraprakARLIN ARIESTA SEBUT INFLASI DI MAKASSAR MASIH DIBAWAH 4 PERSEN
Artikulli tjetërKADIS PERDAGANGAN MAKASSAR MENGAKU TIDAK ADA PENGURANGAN KUOTA LPG 3KG
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini