PKUMI Resmi Buka Pendaftaran LoA Untuk Bebas TBS LPDP

0
214

Jakarta, Pedomanku.com”
Kolaborasi antara Kementerian PPPA, Kementerian Agama RI, Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), LPDP yang diinisiasi oleh Masjid Istiqlal melalui lembaga Pendidikan Kader Ulama (PKU) merumuskan program Pendidikan Kader Ulama (PKU) dan Pendidikan Kader Ulama Perempuan (PKUP). Dua program tersebut terdiri dari jenjang Magister dan Doktoral Ilmu Tafsir dan Alquran jelas Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI).

“Hingga saat ini kita telah menerima dua angkatan pada program PKU dan PKUP, angkatan pertama sudah memasuki semester 3 sedangkan angkatan kedua akan memulai perkuliahan februari mendatang” beber Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 17/01/2023.

Saat ini kami sedang berlangsung sosialisasi program beasiswa LPDP-PKUMI, program ini sepenuhnya dibiayai oleh LPDP. “Sampai hari ini, kami telah melakukan sosialisasi di Kota Samarinda, Kota Malang, Kota Mataram dan Kota Cirebon, Kota selanjutnya adalah Yogyakarta, Bima dan Makassar, setiap daerah kami menggandeng Universitas-Universitas dan Pesantren besar” terang Ahmad Thib Raya.

Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A profil lulusan PKUMI diharapkan mampu mencetak kader-kader ulama yang menguasai keilmuan Islam klasik dan kontemporer sehingga bisa menjadi rujukan dalam aspek perilaku dan keilmuan keislaman bagi masyarakat baik lokal maupun internasional.

“Mulai tanggal 15 Januari s.d 07 Februari 2023 kami buka pendaftaran, 06 s.d 07 Februari 2023 seleksi berkas, tes PKUMI-PTIQ 08 s.d 09 Februari 2023, sedangkan pengumumannya tanggal 11 Februari 2023” jelas Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A

Lanjut Direktur PKUMI, “peserta yang dinyatakan lolos tes PKUMI-PTIQ melalui http://pmbpku.istiqlal.or.id akan mendapatkan LoA yang digunakan mendaftar di LPDP dalam program Pendidikan Kader Ulama (Laki-laki) atau Pendidikan Kader Ulam Perempuan (PKPU) dan akan dibebaskan untuk Tes Bakat Skolastik (TBS) oleh LPDP” terangnya.

Proses pendaftaran beasiswa PKU memiliki beberapa tahap yaitu seleksi administrasi, Seleksi Bakat Skolastik (TBS), seleksi substansi dan penetapan penerimaan beasiswa. “Kami sudah rapat dengan PKUMI dan PTIQ bahwa jika calan pendaftar beasiswa PKU telah mendapat LoA dari PKUMI dan PTIQ tidak perlu lagi mengikuti TBS di LPDP” jelas Gendro Hartono, S.E., M.M Kepala Devisi Pelayanan Basiswa LPDP saat membawa materi dalam kegiatan sosialisasi di Kota Samarinda 09/01/2023.

“Alasan yang mendorong program beasiswa LPDP-PKUMI yang pertama adalah Masjid Istiqlal sebagai simbol Islam Indonesia untuk dunia; kedua, paham ke-agama-an yang moderat; ketiga, tantangan ke-ulama-an dan keempat, keterbatasan ulama perempuan, PKUP ini adalah satu-satunya program ke-ulama-an perempuan di dunia” papar Dr. Mulawarman Hannase Manager PKU.

Visi PKUMI menjadi lembaga Pendidikan Ulama bertaraf internasional, melahirkan ulama yang menguasai keilmuan Islam klasik dan kontemporer, berpandangan moderat, berakhlak mulia, dan siap menjadi rujukan ummat Islam lokal, nasional dan internasional.

“PKUMI memiliki 4 program utama yaitu Pendidikan Kader Ulama Laki-Laki terdiri dari Magister dan Doktoral; Pendidikan Kader Ulama Perempuan terdiri dari Magister; Internship; dan Short Course” jelas Manager PKUP Rosita Tandos.

Artikulli paraprakBahmasyur S : Alumni Sudah Teruji Jangan Ragu Kuliah di Unismuh
Artikulli tjetërLagi, BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini