Di Maros, Presiden Bersilaturahmi Peserta dan Pendamping Program MEKAAR

0
53

Maros, Pedomanku.com: Peserta dan pendamping program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (MEKAAR) Binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) boleh berbagga. Pasalnya,Presiden RI, H.Joko Widodo langsung bersilaturahmi dengan mereka di Lapangan Pallantikang, Kantor Bupati Maros, Kamis (22/2/2023).

Kehadiran presiden dua periode bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menhub RI, Budi Karya Sumadi itu di daerah ini disambut Bupati Maros, Dr.H.A.S.Chaidir Syam.

Di tengah tengah kegiatan silaturahmi, presiden mengapresiasi semangat dan antusias para peserta dan pendamping MEKAAR yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Setidaknya, ada dua dua hal yang penting dalam berusaha yang disampaikan presiden. Yaitu,  semangat kerja keras dan sikap disiplin.

“Semangat yang telah ditunjukkan ibu-ibu yang hadir menunjukkan semangat kerja kerasnya. Saya teringat, dahulu pada tahun 1988 memulai usaha dari nol, saya bekerja habis subuh sampai tengah malam,” ujarnya.


Presiden juga berpesan untuk para nasabah, agar berhati-hati dengan uang yang dipinjam untuk Modal Usaha, karena uang didapatkan untuk digunakan modal usaha.

Sementara Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, program MEKAAR yang dibina PNM ini merupakan perhatian Pemerintah Kepada UMKM di Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo didampingi Bupati Maros, H.A.S.Chaidir Syam melihat produk UMKM binaan PNM berupa produk makanan, minuman dan souvenir yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan hadiah berupa sepeda kepada dua orang peserta yang berhasil menghafal Pancasila dan sembako kepada seluruh peserta silaturahmi yang hadir.
Usai bersilaturahmi dengan peserta dan pendamping program MEKAAR, presiden didampingi Bupati Maros menuju ke Gudang Bulog Batangase Mandai untuk melihat Stok cadangan pangan. (*/wis)

Artikulli paraprakUsai Berkunjung ke Kejati Sulsel, Wakil Ketua LPSK RI Temui Keluarga Almarhum Virendy
Artikulli tjetërPeserta Makassar Half Marathon 2024 Strength Training di Tribun Karebosi
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini