PSI Distribusikan Air Bersih PDAM ke Kelu5rahan Bira

0
63

 

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Kemarau panjang yang tengah berlangsung saat ini telah mengakibatkan ratusan warga yang berdomisili di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Sumur-sumur milik penduduk pada beberapa wilayah di Kelurahan Bira mengalami kekeringan. Sumber air bersih yang setiap hari didistribusikan melalui saluran pipa PDAM pun tak mengalir lagi. Begitu pula dengan penggunaan sumur bor ikut terimbas, tak ada lagi air yang bisa didapatkan.

Prihatin melihat kondisi masyarakat Kelurahan Bira yang terdampak kemarau panjang ini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merasa terpanggil dan spontan menunjukkan kepeduliannya dengan mengirimkan bantuan air bersih PDAM ke lokasi pemukiman penduduk di Lantebung dan RW.01/RT.01 pada Jumat (08/09/2023) sore.

Dikoordinir langsung oleh Ketua PWI PSI Sulsel, Muhammad Surya didampingi Kabid Media DPD PSI Kota Makassar, James Wehantouw, sebanyak 3 armada mobil tangki yang masing-masing bermuatan 5.000 liter air bersih datang ke wilayah Lantebung dan RW.01/RT.01 kemudian membagikan kepada warga di kedua titik lokasi yang sejak siang sudah berjejal membuat antrian panjang dengan membawa ember besar, jerigen, galon hingga drum/tong air.

Di wilayah Lantebung, pembagian air bersih disaksikan langsung oleh Camat Tamalanrea, Andi Salman bersama Ketua RW/RT setempat. Sementara di wilayah RW.01/RT.01 tampak hadir menyaksikan yakni Lurah Bira, Andi Zakaria Razak didampingi Ketua RW.01, Nuraeni dan Ketua RT.01, Amin.

Memberikan sambutan di hadapan warga, Ketua DPW PSI Sulsel, Muhammad Surya (Caleg DPR RI Dapil Sulsel 1) didampingi Kabid Media DPD PSI Kota Makassar, James Wehantouw (Caleg DPRD Kota Makassar Dapil 3 Tamalanrea dan Biringkanaya) mengemukakan, kegiatan sosial berupa pembagian air bersih PDAM kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang, merupakan bentuk kepedulian dari partai berlambang gambar tangan memegang bunga mawar ini.

“PSI akan selalu bersama masyarakat yang sedang mengalami kesusahan seperti kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak dari kemarau panjang yang sementara berlangsung ini. Aksi bagi-bagi air bersih tersebut, juga kami lakukan pada beberapa kecamatan lainnya di Kota Makassar,” ucapnya yang spontan disambut sukacita dan rasa haru warga setempat. (jw)

Artikulli paraprakFKIP UIM-Diknas Maros Teken MoU
Artikulli tjetërBudidaya Jamur Beromzet Belasan Juta
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini