Rayakan HUT Makassar ke-416, Jajaran Dinas Perdagangan Kenakan Baju Adat

0
55

Makassar, Pedomanku.com:

Makassar adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Surabaya. Kota dengan  seluas 175,77 km² dan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa merayakan uang tahun ke 416 tahun pada 9 Ovember 2023. Hanya saja dimajukan ke 2 November.

Dinas Perdagangan Kota Makassar ikut merayakan Hari Ulang Tahun kota Makassar ke-416 pada, Kamis (2/11/2023).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar Arlin Ariesta yang memimpin para personil Dinas Perdagangan Kota Makassar mengenakan baju adat Makassar berwarna hitam, dengan menggunakan passapu sambil mengacungkan badik.

Di barisan di belakangnya yang terdiri dari para pegawai Disdag Makassar memakai baju adat Makassar berwarna merah dan mereka mengibaskan kipas yang dibawanya.

Konsep festival budaya ini terinspirasi oleh Festival Awa Odori di Jepang yang terkenal dengan tarian rakyat Awa yang ditarikan secara ramai-ramai. Konsep yang luar biasa dan inisiatif ini datang dari Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto yang memiliki tekad kuat untuk memperkenalkan budaya Kota Makassar ke mata dunia.

Karnaval ini adalah bukti nyata dari kerja sama dan rasa kebersamaan antar warga Makassar dan Pemerintah Kota Makassar.

Adapun tema dari HUT Kota Makassar tahunini yakni ‘The Next Gen For All’ (generasi untuk semuanya). Karnaval budaya ini diikuti oleh sedikitnya 51 OPD lingkup Pemkot Makassar, masyarakat, laskar pelangi, RT/RW serta siswa SD dan SMP di mana total keseluruhan peserta karnaval ini mencapai 7 ribu peserta. (ozan)

 

Artikulli paraprakDinas Perdagangan Makassar Sampaikan Selamat HUT Makassar ke-416
Artikulli tjetërJajaran Dinas Perdagangan Ikuti Perayaan HUT Makassar 2023
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini