Rektor UT Minta Alumni Berikan Kontribusi Nyata di Masyarakat

0
141

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Drs Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D, diwakili Dekan FHISIP UT, Muh. Husni Arifin, S.Ag, M.Si, P.hD menghadiri Wisuda Daerah UT Makassar kelulusan program diploma, sarjana dan magister periode yudisium tahun 2022.2, di Hotel Claro, Senin 22 Mei 2023.

Dalam sambutan tertulis rektor yang dibacakan Muh Husni Arifin, meminta  alumni yang diwisuda, tenaga pendidik dan tenaga non kependidikan, agar memberikan kontribusi nyata di tengah-tengah masyarakat. Karena, tantangan sesungguhnya yang dihadapi setelah menyelesaikan studi adalah, bagaimana mengabdikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu bagaimana membantu pemerintah dalam menyiapkan dan mewujudkan lahirnya generasi emas Indonesia tahun 2045.

Sementara itu, Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM dalam laporannya, mengatakan wisuda daerah mahasiswa periode sebanyak 353 orang mahasiswa.

Dari 353 alumni yang diwisuda sebut Prof Rahman Rahim, berasal dari empat fakultas, dan yang terbanyak alumninya adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 212 orang.

Menyusul Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Politik (Fhisip) sebanyak 111 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 26 orang serta Fakultas Sains dan Teknologi sebanya 4 orang.

Direktur UT Makassar, Prof Rahman Rahim, mengatakan, wisudawan ini berasal dari 24 kabupaten dan kota di Wilayah UPBJJ-UT Makassar.

Dikatakan kegiatan wisuda diawali dengan seminar akademik sehari sebelum wisuda diikuti 278 orang dari 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel.

Wisuda Daerah kali ini mengambik tema “Tantangan dan Peluang Dunia Pendidikan di Indonesia dalam Melahirkan Generasi Emas Tahun 2045”.

Tema ini diangkat lanjut Prof Rahman Rahim, karena saat ini tantangan yang dihadapi dunia pendidilan di Indonesia adalah kesenjangan pendidikan antara perkotaan dan pedesaan.

Baik itu dalam akses, kualitas, dan fasilitas pendidikan antara kota besar dan wilayah terpencil. Penomena ini tentu mememgaruhi kesempatam belajar yang adil selurih anak Indonesia.

Bagi kita sebut Prof Rahman, sangat penting untuk mencari solusi yang inklusif dan memperkuat pendidikan utamanya di daerah terpencil.

Hadir dalam acara wisuda adalah, mewakili gubernur Staf Ahli Gubernur Sulsel Dr Andi Mappatoba, MH, Sekjen IKA Pusat, Drs Leles Sudarmanto, M.BA.

Direktur UT Makassar periode 2019/2023, Drs Hasanddin, M.Si, Guru Besar Matematika UT Prof Dr Maximus Gorky Sembiring, M.Sc, Ketua IKA UT Sulsel, mewakili Kadis Pendidikan Dasar, Kabid Pendidikan Dasar Syamsuddin, M.Pd dan undangan lainnya.* (yaya)

Artikulli paraprakBesok Kloter Pertama Masuk Asrama Haji, Gubernur Minta Beri Layanan Terbaik
Artikulli tjetërAbdul Waris Bestari Pastikan Penyaluran Beras CPP Tepat Sasaran
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini