SD Inpres Batua I Donasi ke Palestina Rp2.550.000 Melalui BAZNAS Makassar

0
275

Makassar, Pedomanku.com: Kebiadaban Israel terhadap bangsa Palestina tak ada hentinya. Tragedi kemanusiaan itupun membuat hati umat manusia di seluruh dunia, termasuk di Makassar tersentuh. Berbagai kalangan, dan masyarakat Islampun turut  meringankan beban para korban yang dilakukan negara Yahudi tersebut. Salah satunya melalui donasi kemanusiaan yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

Donasi kemanusiaan yang disalurkan ke BAZNAS Kota Makassar selain dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang diserahkan langsung Walikota Makassar-Moh.Ramdhan Pomanto usai shalat subuh berjamaah, di Anjungan Pantai Losari beberapa waktu lalu sebesar Rp1,213.000.000, dan dari berbagai elemen masyarakat di Kota Makassar secara langsung ke BAZNAS Kota Makassar sebesar Rp2,3 miliar, kini teranyar, siswa SD Inpres Batua I, Jalan Abd.Daneg Sirua No 330 Makassar.

Di sekolah yang dipimpin Hj.Hijrah Kerja  Husmal,S.Pd itu, donasi diterima staff bidang  pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Darmawaty bersama rekan rekan masing masing Mawaddatan Warahmah, Muh.Irfan, Sudirman, dan Syarifuddin Pattisahusiwa.

“Donasi kemanusiaan ini untuk saudara saudara kita di Palestina. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita. Donasi ini dikumpulkan oleh anak anak didik di sekolah ini selama beberapa pekan,” tutur Hj.Hijrah Kerja Husmal,S.Pd didampingi guru agama (Fadila Mentari,HML.S.Pdi, dan penamggungjawab kegiatan—Muh.Ruslam Said,S.Pd.M.Pd, Jumat, 23 Pebruari, pagi ini.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong ditemui di Kantor BAZNAS Makassar, Jalan Teduh Bersinar Nomor 5 Makassar berterima kasih kepada jajaran SD Inpres Batua I ber-NIS 101196010013 tersebut, telah menyalurkan donasi ke Palestina melalui lembaga yang dipimpinnya bersama Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan Waspada Santing (masing masing Wakil Ketua I,II, dan III).

“Jadi sejak kami membuka Donasi Kemanusiaan Peduli Palestina, kebanyakan pribadi yang membawa dana tunai ke BAZNAS Makassar. Ada pula melalui transfer. Donasi pribadi mulai Rp20 ribu hingga  Rp50 juta. Ada pula dari SD, SMP baik negeri maupun swasta. Termasuk dari masjid masjid, kelompok pengajian. Ada dari Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI), dan lainnya. Malah ada yang mengatasnamakan keluarga mereka yang sudah meninggal,” tuturnya.

Sebelumnya, Walikota Moh.Ramdhan Pomanto pernah mengemukakan, BAZNAS Makassar benar benar hebat. Kehebatan lembaga amil terpercaya dan amanah tersebut, tidak lain karena mengambil bagain dari berbagai persoalan keamanusaian. Malah, BAZNAS tidak saja meihat persoalam ummat dan keummatan, melainkan menyangkut penderitaan yang dialami sesama manusia dan kemanusiaan.

Sarjana Teknik Asrsitektur Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itupun berharap, infak yang diberikan ke Palestina melalui BAZNAS Makassar  segera  dikirim, agar  dapat memberi senyum warga yang menderita akibat dilanda peperangan dari Yahudi itu.

Selain walikota Makassar, Wakil Ketua BAZNAS-RI, KH. Achmad Sudrajat pun pernah mengucapkan terima kasih  kepada  BAZNAS dan seluruh masyarakat di ibukota Sulawesi Selatan yang demikian peduli  terhadap Palestina.

“Pihak BAZNAS RI juga telah menyalurkan donasi kemanusiaan dari masyarakat Indonesia hingga Rp200 miliar. Ini semua dari masyarakat Indonesia yang cinta pada kedamaian, dan tim kami sudah berada di Mesir dan berada di dalam Gaza. Kita punya tim juga berada di dalam Aqso. Bagi BAZNAS RI, perhatian Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat muslim di kota ini ke Palestina begitu besar. Tidak ada yang bisa memberi balasan, kecuali hanya Allah,” ujarnya.

Di bagian lain, Ahmad Sudarat juga mengemukakan, para relawan BAZNAS RI saat ini sudah ada di Mesir, dan sebagaian sudah masuk Palestina untuk membantu mensuplai bahan makanan. “Dari laporan  yang kami terima, Yahudi lebih brutal, dan kejam, Mereka membunuh anak anak dan wanita. Tujuan mereka, agar kelak sudah tidak ada lagi generasi Palestina,” tegasnya, dengan suara serak serak.

Seperti diketahui, Korban kebiadaban Israel di Palestina terus bertambah setiap hari. Hingga 7 November 2023 lalu, mencapai 10.022 jiwa terbunuh, 22.408 jiwa luka-luka. 70% korban adalah anak-anak tak berdosa, para perempuan dan lansia yang tak berdaya.

Anak-anak dan perempuan terus menjadi sasaran bom agar tak ada lagi generasi penerus di negara yang dideklarasikan kemerdekaannya pada 15 November 1988 di Aljir oleh Dewan Nasional Palestina dan Organisasi Pembebasan Palestina tersebut.

Saat ini sudah tak ada tempat yang aman untuk berlindung, tak ada air bersih untuk diminum, tak ada makanan yang membuat kenyang. Masyarakat Gaza bergantung dengan air tanah yang payau, padahal air payau sangat membahayakan kesehatan dan kebersihan. (din pattisahusiwa—ti media BAZNAS Makassar)

Artikulli paraprakBupati Maros Buka Forum Lintas Perangkat Daerah
Artikulli tjetërBupati Maros Serahkan 23 Lurah Motor Listrik
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini