Sebelum Tinggalkan Pemkot, Wawali Pamit ke berbagai SKPD

0
96

Makassar, Pedomanku.com:

Menjelang akhir masa jabatannya sebagai  Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi berpamitan dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah, atau SKPD di Kota Makassar. Salah satunya adalah ke Dinas Perdagangan Kota Makassar.

Fatmawati Rusdi mengawali kunjungannya ke Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar.  Di kantor yang berlamat di Jalan Malengkeri tersebut, Fatmawati disambut Kepala Dinas Pehubungan, Aulia arsyad, beserta jajarannya.

Suasana haru mulai terasa saat Aulia Arsyad berterima kasih atas arahan Wakil Walikota Makassar selama ini dalam menunjang kerja-kerja dinas yang dipimpinnya.

“Terimakasih bu Wawali, kehadiranta selama dua tahun 8 bulan ini sangat berkesan. Saya banyak belajar dari kita sebagai pemimpin perempuan,” tutrunya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursidah. Sebagai sesama pemimpin perempuan, ia merasa sosok Fatmawati Rusdi sebagai pengayom yang baik. Apalagi Fatmawati dinilai rutin terjun kelapangan mengawal langsung stunting dan gizi buruk di Kota Makassar.

“Hal ini membuat saya merasa nantinya ada sosok yang kurang. Karena bu Wawali ini sangat aktif mendukung program penurunan stunting dan turun ke lapangan memastikan langsung,” ungkapnya, pada Rabu, 1 November 2023.

Mendengar semua itu, tangis Fatmawati pun pecah dan mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh hadirin yang ada. Katanya, tanpa dukungan dari dinas-dinas terkait, Fatmawati mengaku tidak bisa apa-apa.

“Terimakasih atas dedikasinya selama ini, bantuan dan masukan-masukannya. Terimakasih sudah selalu mensupport saya sebagai wakil wali kota. Menemani saya mengawal program-program saling memberi masukan,” tutur Fatmawati.

Setelah itu, Fatmawati melanjutkan perjalanannya ke Kantor Inspektorat, Ke Dinas Pekerjaan Umum, lalu ke Dinas Perdagangan dan Dinas Kominfo Kota Makassar.

Titik selanjutnya, ke Kantor Dinas Pariwisata, meskipun lampu padam namun keakraban sangat terasa. Disini, Fatmawati membagikan beberapa voucher belanja bagi Laskar pelangi yang sudah mendedikasikan dirinya bertahun-tahun.

Pamitan berlanjut ke arah Kantor Gabungan  Dinas. Disini ia langsung naik ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Kabanpenda, Firman Pagarra memberi penyambutan yang sederhana di aulanya.

“Walaupun bu wawali baru pertama kali kesini tapi kami sangat mengapresiasi kerja-kerjanya. Terimakasih bu atas segala tenaga dan waktu yang tercurahkan buat Kota Makassar,” sebutnya.

“Janganmi lagi ada adegan nangis-nangis. Dari tadi saya nangis terus. Sedih rasanya. Tapi ini bukan akhir dari segalanya,” sambung Fatmawati sambil menahan tangisnya.

Dalam kunjungannya ini, Fatmawati pun banyak memberikan masukan-masukanmembangun untuk setiap kantor dinas yang ia kunjungi. Seperti menghimbau untuk meningkatkan pelayanan maksimal kepada rakyat Makassar dan lebih memperhatikan kenyamanan serta kebersihan kantor.

Hal yang sama diungkapkan Fatmawati Rusdi saat berkunjung ke kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) kota Makassar dan berakhir di kantor BPBD.

Sesi pamitan yang penuh haru ini diakhiri dengan foto bersama dengan seluruh ASN dan laskar pelangi.

Fatmawati pun berharap momen kebersamaan ini menjadi kenangan yang tak terlupakan.“Saya harap tetap menunjukkan kinerja  baik. Kebersamaan kita ini selalu dapat dikenang,” tutup Fatmawati. (ozan)

 

Artikulli paraprakWawali Sampaikan Maaf ke Jajaran Dinas Perdagangan Makassar
Artikulli tjetërHUT Makassar, Dinas Pendidikan Siapkan Sembilan Pengendali Inflasi
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini