Sekda Maros Apresiasi Sosialisasi Juknis Penggunaan BOSP SMP

0
70

Maros, Pedomanku.com: Pemerintah kabupaten (Pemkab) Maros mengapresiasi sosialisasi pedoman penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) bagi Pemda, dan satuan pendidikan sangat penting agar pelaksanaan dan pertanggungjawabannya dapat berjalan secara tepat dan benar.

Demikian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin di hadapan peserta sosialisasi Juknis, atau petunjuk teknis penggunaan dana BOSP tingkat SMP di Gedung Serbaguna Pemkab Maros, Senin (19/2/2024).

“Pemkab Maros mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini sebagai ajang peningkatan pengetahuan dan wawasan dalam mengelola dan BOSP di sekolahnya masing-masing,” ujarnya.

Sekda Andi Davied Syamsuddin mengungkapkan, dana BOSP termasuk salah satu dari empat kebijakan dari peluncuran merdeka belajar episode tiga dan menjadi titik awal kebijakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurutnya, penggunaan dana BOSP, lanjut Sekda, harus berpegang pada dua prinsip, yakni pertama, memperhatikan juknis BOSP dan kedua, yakni satuan pendidikan sebaiknya sudah menyusun daftra perencanaan kebutuhan sekolah dengan berkaca pada rapor pendidikan sehingga pemanfaatan dana BOSP efektif dan efisien.

” Pengelolaan dana BOSP dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai juknisnya. Dana ini cukup besar dan bersumber dari 20 persen dana APBN,” ungkapnya.

Dikatakan, pengelolaan dana BOSP yang sesuai dan tepat adalah dambaan bagi masyarakat yang tidak mampu membayar biaya sekolah. Dana BOSP bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap biaya pendidikan yang berkualitas.
Oleh karena itu, Sekda Maros berharap para pengelola bersungguh-sungguh mengelola dana tersebut sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik. (*/wis)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikulli paraprak76 Calon Guru Penggerak Sidrap Ikut Lokakarya
Artikulli tjetërSertijab Plt Ketua DWP Dispora dari Marlinda Citra Dewi ke Eryvia A.Engka
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini