Terkait Fluktuasi Pasokan, Disdag Makassar Pantau Harga Kebutuhan Pokok

0
58

Makassar, Pedomanku.com:

Faktor utama yang menyebabkan harga komoditas sering mengalami fluktuasi, salah satunya karena kondisi cuaca yang tidak menentu, serta gangguan hama pertanian memicu kegagalan panen sehingga otomatis harga mengalami kenaikan.

Sekaitan dengan hal tersebut, Dinas Perdagangan Kota Makassar  mengaktifkan pemantauan pasar terkait fluktuasi pasokan dari sentra produksi di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Perdagangan Arlin Ariesta di Makassar, Senin, 27 November 2023 mengemukakan, pasokan sejumlah kebutuhan konsumsi belakangan ini berfluktuasi akibat pengaruh perubahan musim, utamanya fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang sehingga harga sembako dan hasil bumi di lapangan menjadi fluktuatif.

Berdasarkan harga pantauan pasar di lapangan diketahui komoditi yang mengalami kenaikan harga, yakni Ikan Bandeng dari harga Rp39.200 per Kg naik menjadi Rp43.800 per Kg. Ikan Tongkol

dari harga Rp37.900 per Kg naik menjadi Rp41.800 per kg. Daging Ayam dari harga  Rp 30.980 per Kg naik menjadi 31,900 per Kg.

Sementara Cabe Rawit dari Harga Rp 42,900 per Kg naik menjadi Rp 79.000 per Kg. Cabe keriting dari harga Rp 39.900/Kg naik menjadi Rp54.000/kg. Cabe merah dari harga Rp 29.900/Kg naik menjadi Rp51.500/Kg. Bawang merah dari Rp26.100/Kg naik menjadi Rp31.250/Kg

Menurut Kadis Perdagangan,  harga harga yang tidak stabil itu tentunya dipengaruhi oleh El Nino yang mempengaruhi sentra produksi, sehingga mempengaruhi produksi pertanian ataupun peternakan.

Apalagi menjelang Hari Natal dan tahun Baru 2024 nanti, harga Sembako tentu ikut merangkak naik. Nanti akan turun melakukan pasar murah dan Operasi Pasar. “Tujuannya selain membantu menormalkan harga di lapangan, juga membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya dengan harga terjangkau,” katanya. (ozan)

Artikulli paraprakBAZNAS Makassar Terima Infak Palestina dari DWP Perikanan Air Payau Takalar
Artikulli tjetërArlin Ariesta Buka Pelatihan Citra Produk Ekspor
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini