Usai Berkunjung ke Kejati Sulsel, Wakil Ketua LPSK RI Temui Keluarga Almarhum Virendy

0
68

Makassar, Pedomanku.com:Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia (RI) Periode 2019-2024, Dr. Livia Istania DF Iskandar, M.Sc, Psi menemui keluarga almarhum Virendy Marjefy Wehantouw (19), Rabu (21/02/2024) siang di Restoran Dinar Seafood Jl. Lamadukelleng, Makassar.

Pertemuan silaturahmi yang berlangsung penuh suasana kekeluargaan dan diwarnai makan siang bersama, dilakukan psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu usai berkunjung dalam rangka tugasnya ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) sehubungan kasus yang sedang ditangani LPSK RI.

Dalam pertemuan itu, Dr. Livia Istania didampingi Harry Nugraha selaku Ketua Tim Penanganan Kasus Virendy. Sementara dari pihak keluarga korban tampak hadir kuasa hukum Yodi Kristianto, SH, MH, saksi pelapor Viranda Wehantouw (kakak almarhum), dan kedua orang tua Virendy yakni James Wehantouw (ayah) serta Femmy Lotulung (ibu).

Keterangan yang dihimpun media ini menyebutkan, Wakil Ketua LPSK RI selain menyampaikan rasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, juga menyatakan keseriusan lembaga yang dipimpinnya untuk mengawal dan memberikan perlindungan agar pihak keluarga Virendy mendapatkan keadilan hukum.

Informasi lainnya menerangkan pula, Wakil Ketua LPSK RI Dr. Livia Istania dan stafnya diagendakan pada Kamis (22/02/2024) besok akan berkunjung juga ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros dan Kepolisian Resor (Polres) Maros untuk berkoordinasi terkait perkembangan penanganan kasus meninggalnya Virendy.

Seperti sempat viral diberitakan media-media elektronik dan online nasional maupun lokal daerah di seluruh Indonesia, mahasiswa jurusan Arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin ini kehilangan nyawanya saat mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) dan Orientasi Medan (Ormed) UKM Mapala 09 FT Unhas pada Januari 2023 lalu. (*)

Artikulli paraprakImam Besar Masjid Istiqlal Kunjungi Mahasiswa PKUMI di Hartford International University
Artikulli tjetërDi Maros, Presiden Bersilaturahmi Peserta dan Pendamping Program MEKAAR
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini