Walikota Makassar : Peran RT/RW Sangat Penting

0
121

Makassar, Pedomanku.com:

Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto menekankan, aparat pemerintahan di level terkecilpun, yaitu RT dan RW sangat penting dalam pemberdayaan masyarakat. Apalagi, RT/RW sebagai lembaga kemasyarakatan, mempunyai tugas pemberdayaan masyarakat, dan ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan meningkatkan pelayanan masyarakat.

Pernyataan tersebut dikemukakan Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto di sela sela silaturahmi bersama Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Ketua Pengurus Juru Rumah Tangga (PJ RT), Ketua Pengurus Jalan Raya (PJ RW), dan Dewan Lorong di New Davest Jalan Parumpa Kelurahan Daya Kecamatan Biringkanaya, Senin, 15 Januari 2024.

Silaturahmi yang juga dihadiri  unsur Tripika Kecamatan Biringkanaya tersebut, Moh.Ramdhan Pomanto meminta seluruh jajaran pemerintahan se kecamatan berpenduduk  terbesar di Kota Anging Mammiri ini, dapat menjalankan program pemerintah secara efektif,  termasuk menunjukkan komitmennya, untuk terus membangun kerjasama yang baik dengan masyarakat.

Walikota inovator, dan peraih berbagai penghargaan, baik nasional, maupun internasional itu juga mengharapkan, keselurahan silaturahmi menjadi wujud nyata dari komitmen bersama untuk membangun Makassar yang lebih baik, dan harmonis. Makanya, dia meminta Camat dan Lurah se Kecamatan Biringkanaya dapat menyentuh hati warga.

Danny-sapaan akrab walikota dua periode ini mengemukakan, jika saja seluruh jajaran pemerintahan di semua level menjalankan program pemerintahan secara efektif, tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Danny juga mengingatkan, saat ini cuaca ekstrem melanda Sulawesi Selatan, khususnya di Ibukota Kota Sulawesi Selatan ini. Makanya, ia mendorong warga untuk tetap waspada dan berkomunikasi aktif dengan pihak berwenang jika diperlukan.

Di bagi akhir alumni Teknik Universitas Hasanuddin juga mengingatkan, jika saja seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat menghadirkan suasana yang kondusif, sekaligus menghadirkan Kota Makassar yang nyaman, dan layak huni. Kota yang memiliki daya dukung bagi aktivitas warganya.

Dimana, warga selain dapat mengartikulasikan nilai sosial-budaya, maupun fungsinya dalam suasana yang tenang dan damai, juga diperlukan penataan kota yang baik agar menjadi aman, nyaman, memiliki prasarana yang cukup, dan dapat membangun jati diri. (ozan)

 

Artikulli paraprakCamat Biringkanaya : Waspada Hujan Lebat
Artikulli tjetërTak Mampu, BAZNAS Lunasi Biaya Rumah Sakit Penderita TB
Media Pedomanku
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini