Wawali Sampaikan Maaf ke Jajaran Dinas Perdagangan Makassar

0
40

Makassar, Pedomanku.com:

Sebelum mengundurkan diri sebagai Wakil Walikota Makassar, Fatmawari Rusdi  mendapat berbagai ucapan dari berbagai elemen masyarakat. Termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar. Salah satunya dari jajaran Dinas Perdagangan Kota Makassar.

Pada momen tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta menyerahkan langsung cinderamata kepada Fatmawati Rusdi, saat orang nomor dua di Kota Daeng ini melakukan kunjungan ke Dinas Perdagangan Kota Makassar, pada Rabu, 1 November 2023.

Kunjungan Fatmawati tersebut, sebagai permohonan diri sebagai Wakil Walikota Makassar untuk periode 2021-2024. Saat itu, istri Rusdi Masse—mantan Bupati Sidrap dua periode yang kini anggota DPR-RI  tersebut dengan haru menyampaikan permohonan maaf kepada segenap pegawai di Dinas Perdagangan Kota Makassar atas tindakan yang tak berkenan selama menjabat Wakil Walikota Makassar.

Fatmawati berharap agar dapat diberi dia dan dukungannya serta tetap bersilaturahmi walaupun dirinya tidak menjabat lagi.

Di saat bersamaan, Kepala Dinas Arlin Ariesta juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi yang selama menjabat dapat menunjukkan keberhasilan serta dapat membantu Walikota Makassar untuk kemajuan di ibukota Sulawesi Selatan ini. (ozan)

 

 

Artikulli paraprakBAZNAS Makassar Bantu Korban Kebakaran di Kampung Lepping
Artikulli tjetërSebelum Tinggalkan Pemkot, Wawali Pamit ke berbagai SKPD
Dunia jurnalis yang ditekuninya diawali di surat kabar, Pedoman Rakyat Ujung Pandang. Saat itu, tahun 1994, dia ditantang oleh H.L.Arumahi. Kepala Desk Kota tersebut menawarinya bergabung di surat kabar tertua (terbit 1 Maret 1947), sebagai wartawan Kriminal. “Tugasmu, meliput kriminal,” pintanya suatu malam di Percetakan Surat kabar Pedoman Rakyat, Jalan Mappanyukki. Sekalipun masih kuliah si bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H.Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuheplay (keduanya almr) langsung meng-iya-kan tawaran Arumahi. Ternyata, jurnalistik membuatnya mengenal dan mengenal banyak orang, kala itu. Hanya saja, akibat manajemen, Harian Pedoman Rakyat tutup. Pria beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini pun bergabung dengan rekannya di koran Makassar. Hanya saja tidak berumur. Pernah bergabung di Tabloid Sorot. Juga tidak berumur. Pernah bergabung bersama Sultan Darampa di Majalah Profile. Tak seberapa lama, diapun dipercayakan memimpin tabloid Intim—juga milik Sultan Darampa. Terbit beberapa kali, dia berpapasan rekan Syahrir-wartawan Ujungpandang Ekspres, persis di KPU Sulawesi Selatan. Syahrir menantang saya bergabung di surat kabar grup Fajar. Lagi lagi saya meng-iya-kan. Di koran Ujungpandang Ekspres, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-gazali—kini Universitas Islam Makassar (UIM) ini menangani Rubrik Politik. Selama dua tahun di koran berlamat di lantai 4 Graha Pena tersebut, lagi lagi dia ditawari bergabung di PT.Multi Niaga. Dia pun meninggalkan Ujungpandang Ekspres. Di perusahaan baru tersebut, dia dipercayakan sebagai Redaktur Pelaksana Majalah Inspirasi. Empat tahun lebih bersama rekan rekan di lantai 5 Gedung Multiniaga, Jalan Sultan Alauddin, pemiliknya tidak sanggup melanjutkan usaha media. Bersama rekan rekannya, mereka di tawari ke bagian Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Dia menolak. Berbekal pengalaman mengelola Majalah Inspirasi, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar di masanya itu, dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Anshor Kecamatan Tallo Kota Makassar ini pun tertantang membuat majalah sendiri. Dia mengajak Idham Khalid, rekannya sekompleks di Perumahan Taman Rianvina, Minasaupa. Keduanya, sekitar tahun 2010, membuat majalah. Namanya, Inspirasi, 48 halamnan warna. Dan, mengikuti tren, keduanya juga mendirikan website. Online Inspirasimakassar.com. Baik Majalah, maupun online tetap eksis hingga saat ini. Dan karena perkembangan itu pula, dia mendirikan lagi Online lain. Begitu cintanya kepada Pedoman Rakyat, dia menamakan online satunya itu, Pedomanku.com. Ada pula Majalah Pedoman. Di sela sela menekuni jurnalistik, dia yang menamatkan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Siri Sori Islam Kecamatan Saparua Timur-Maluku Tengah. SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon, kini Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar, juga hingga saat ini dipercayakan bergabung di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini